Hal tersebut diungkapkan Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Menurut Bupati, infomasi terbaru yang diterima mengenai jalan tol Gilimanuk - Mengwi pembebasan lahan diperkirakan pada tahun 2023 ini, karena masih perlu penilaian mengenai nilai atau harga tanah, bangunan dan hal lain yang akan diganti rugi. "Selanjutnya akan dilakukan pembayaran kepada pemilik yang dilintasi trase jalan tol," jelasnya.
Pengerjaan jalan tol yang di tanah milik Perumda Provinsi Bali, di wilayah Kecamatan Pekutatan, setalah peletakan batu pertama bulan September masih berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. "Paling penting singa salah pengerjaan jalan tol di tanah perumda Bali tetap berjalan," terangnya.
Ditanya mengani warga yang ada di tiga banjar adat di Kecamatan Pekutatan terdampak langsung jalan tol dan Kerthi Bali Semesta theme park, bupati menyampaikan warga tiga banjar tersebut tidak pernah mengadukan langsung kepada pemerintah daerah. Karena mengenai tiga banjar terdampak, permasalahan antara warga tiga banjar, Perumda Bali dan Provinsi Bali. "Jadi kita dalam hal ini perumahan dan provinsi pasti mampu mengatasi masalah ini," terangnya.
Namun, bupati sebagai pemimpin Jembrana dan warga tiga Banjar tersebut warga Jembrana, tetap melakukan pemantauan perkembangannya mengenai nasib warga tiga banjar tersebut. "Meskipun itu kewenangan provinsi dan Perumda Bali, tetap kami monitor," tegasnya.
Tiga banjar adat tersebut, Banjar adat Sumbermis, Banar Adat Koprahan dan banjar Adat Sumber Baru. Tiga banjar ini merupakan mes karyawan unit perkebunan Perumda Bali di Kecamatan Pekutatan. Karena lahan mes yang sudah ditempati bertahun-tahun dilintasi jalan tol, maka tiga banjar adat ini akan hilang.
Selain pembangunan jalan tol Gilimanuk - Mengwi yang saat ini sedang proses perayaan tanah di lahan milik Perumda Bali. Selanjutnya akan menyusul pembangunan Kerthi Bali Semesta theme park. Saat ini proses masih menunggu desain final yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 9 bulan oleh pihak Paramount Pictures. "Jalan tol dan KBS ini beda," ujarnya.
Nilai investasi Kerthi Bali Semesta theme park di Pekutatan diperkirakan Rp 12 triliun lebih. Dengan pembangunan Kerthi Bali Semesta theme park di Pekutatan, bupati optimis bisa menarik kunjungan wisata ke Jembrana hingga jutaan orang setiap tahunnya. Dampaknya, pendapatan daerah dan perekonomian masyarakat meningkat .
Terpenting saat ini, pemerintah daerah menyiapkan diri dari segi sumber daya manusia. Karena dengan pembangunan destinasi wisata kelas dunia ini membutuhkan sumber daya manusia yang banyak dan kompeten di bidangnya. (bas/rid)
Editor : M.Ridwan