Kepala Seksi Hubungan masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengatakan dari keterangan sejumlah saksi, lelaki Taiwan ini tinggal di Swarhaloka Residence sejak 2018 dan tinggal seorang diri. Dan yang bersangkutan diketahui pendiam dan jarang ngobrol dengan para karyawan. Pun jarang terlihat keluar dari kamar untuk jalan jalan. "Yang bersangkutan (korban) pendiam," bener Kasi Humas, Rabu (18/1).
Dikatakan, Sri Wahyuni, 33, karyawan cleaning servis ini lah yang mengetahui adanya bau busuk menyengat ketika melintas di lantai 1 penginapan, tepatnya dari depan kamar ditempati pria Taiwan. "Saat melewati kamar 109, mencium bau tidak sedap. Diberitahukan ke karyawan lain Nikmatul Hidayah dan diteruskan kepada pak Wikarno selaku manajer. Kedua karyawan ini disarankan untuk mengecek.
Mereka mengecek kebenaran bau tersebut dan sempat berulangkalai mengetuk pintu kamar. Karena tidak ada jawaban dari, diambilah kunci cadangan dan membuka pintu. "Saat pintu dibuka, teenyata bau busuk itu dari kamar ini. Bahkan yerlihat lalat warna hijau banyak di dalam kamar," timpalnya mengutip keterangan saksi-saksi. Mereka sempat mengurungkan niatnya untuk masuk karena bau busuk sangat tajan.
Selanjutnya melaporkan ke Polsek Kuta dan Kaling Banjar Temacun Kuta Badung. Setelah itu dilakukan pengecekan dan ternyata benar, jazat penghuni kamar ini sudah tewas membusuk. Kemudian dilaporkan ke Polsek Kuta untuk penanganannya. Dikatakan Iptu Sukadi, hasil pemeriksaan olah TKP, jenazahnya ditemukan terbaring diatas tempat tidur. Posisi menghadap keatas, kaki kanan menekuk keatas.
Kaki kiri menekuk kesamping, kedua tangan diatas dada. Memakai baju T-Shirt warna hitam, dan celana pendek warna biru. Pada bagian wajah sudah lebam mayat, dengan kondisi kedua mata tertutup. Posisi kepala berada di barat dan kaki ditimur. "Nihil ditemukan adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh korban," sebutnya. Sementara itu, barang yang ditemukan 2 bh HP (Vivo dan Samsung), Jam tangan G dan lain sebagainya.
Sedangkan informasi lain yang didapatkan, 3 hari lalu sebelum magrib, kondis baik baik saja, karena sebelumnya mengeluh sakit sempat ditawarkan untuk diajak berobat, akan tetapi ditolak. Berdalih, tidak mau merepotkan orang lain. "Diduga korban menderita sakit batuk (paru) mulai satu tahun setelah Covid. Selesai olah TKP selanjutnya korban dibawa ke RSUP Ngoerah. Penyebab pasti, kita tunggu hasil otopsi," tutupnya. (dre/rid)
Editor : M.Ridwan