Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Gede Asrama mengatakan, di tahun 2022 terdapat dua orang wisatawan asing yang menjadi korban gigitan anjing gila. Dan masalah ini sempat ramai di media sosial. Oleh sebab itu, pihaknya masih terus menggeber upaya Badung bebas rabies.
Sebab, penyakit yang ditularkan lewat gigitan anjing ini masih menjadi ancaman di Kabupaten Badung. Salah satu program adalah, berusaha membebaskan Badung dari rabies, kemudian mengendalikan PMK (penyakit mulut dan kuku). "Kami sudah mengambil langkah-langkah untuk permasalahan rabies di kampung turis ini," paparnya, Jumat (20/1).
Sayangnya, pihaknya mengalami kendala karena korban yang mestinya mendapat penanganan medis sampai saat ini belum ditemukan keberadaannya. Sementara itu, anjing sudah diperiksa dan memang positif rabies. "Dua wisatawan itu sudah kami cari, tapi tidak ketemu. Kami khawatir kalau tidak segera dapat VAR akan membahayakan jiwanya,” jelas Asrama.
Pihaknya pun berharap Dinas Pariwisata bisa membantu melacak keberadaan wisatawan itu. Kemudian, pihaknya pun berharap permasalahan rabies ini bisa sesegera mungkin dituntaskan. Pasalnya, bila penyakit ini tidak secepatnya ditangani dengan baik akan berimbas pada pariwisata Bali, yang belakangan sudah mulai membaik pasca Pandemi Covid-19.
"Bali harus bebas rabies. Dan Pak Kadis kami juga saat ini sedang rapat masalah ini, Bali bebas rabies,” tukasnya. Untuk diketahui, dalam penanganan rabies ini Pemkab Badung sudah melakukan sejumlah upaya, diantaranya dengan melakukan vaksinasi rabies gratis terhadap hewan peliharaan yang bisa menularkan rabies di wilayah Badung selatan. (dre/rid) Editor : M.Ridwan