Selain itu juga Bali secara umum berpotensi hujan ringan-sedang. Masyarakat tetap untuk waspada terhadap potensi dampak bencana yang ditimbulkan.
Eka Putra selaku Prakirawan dari BBMKG Wilayah III Denpasar mengatakan bahwa untuk prediksi cuaca sejak Sabtu (4/2/2023) wilayah Bali secara umum masih berpotensi hujan ringan -sedang di sebagian besar wilayah Bali pada siang dan sore hari.
“Untuk kondisi angin dari pantauan pengamatan Stasiun Meteorologi Ngurah Rai dari pukul 08.00 - 12.30 tanggal 4 Februari 2023 tercatat kecepatan angin berkisar 3 - 14 knot (5 - 25 km/jam),” terangnya.
Lebih lanjut, dari analisa tekanan dan angin menunjukkan kondisi saat ini bahwa terdapat daerah pusat tekanan rendah di Samudera hindia (sekitar 700 km selatan Bali) yang menyebabkan adanya peningkatan kecepatan angin terutama di sekitar Bali bagian selatan. “Dengan kondisi tersebut perlu dihimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang,” jelasnya.
Cahyo Nugroho selaku Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar menerangkan bahwa secara umum sebagian besar wilayah Bali telah memasuki musim hujan. Indeks ENSO di NINO3.4:-0.56 (normal +/-0.5 signifikan peningkatan hujan di wilayah Indonesia.
MJO terpantau aktif pada kuadran 3 (indian ocean) yang berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Labelilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terhadap di wilayah Bali. Suhu muka laut di sekitar wilayah Bali umumnya berkisar antara 28-29 derajat Celcius.
Suhu muka laut yang hangat dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa uap air) di wilayah Bali. Massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 200 mb (12.000). terdapat labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal.
“Prediksi cuaca tiga hari kedepan secara umum berawan dan berpotensi hujan ringan –sedang di sebagian wilayah Bali. Anging umumnya bertiup dari arah Barat-Barat Laut dengan kecepatan 8-34 Km per jam. Tinggi gelombang laut di Perairan Utara Bali berkisar antara 0.5-1.5 meter, Perairan Selatan Bali berkisar antara 1-5 meter, Selat Bali berkisar antara 1-3 meter, Selat Lombok berkisar antara 1-3 meter,” terangnya.
Lebih lanjut, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini untuk waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Bali serta berpotensi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan dan Samudera Hindia selatan Bali. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan cuaca ekstrem seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat atau petir. Masyarakat umum, nelayan dan pelaku wisata bahari mewaspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih sekitar perairan utara dan selatan Bali,” pungkasnya. [made dwija putra/radar bali]
Editor : Hari Puspita