Ribuan masyarakat itu memberikan bantuan. Pun dalam pelebon ini warga dari luar Desa Carangsari ikut membantu. Prawartaka Karya Ida Bagus Nama Rupa mengatakan, ada prosesi penghormatan terakhir dari Pemuda Panca Marga yang didirikan oleh Almarhum. Prosesi ini berupa Apel Persada sebelum layon atau jenazah dinaikan keatas bade.
Dibeberkan, dalam prosesi pelebon ini menggunakan bade tumpang 9 dan naga kaang. Sebab hal ini sesuai dengan tradisi leluhur I Gusti Ngurah Alit Yudha yaitu trah Arya Sentong di Puri Carangsari. Bade tumpang sia ini akan menghantarkan jenazah Beliau sampai ke setra. Kemudian saat pembakaran akan menggunakan naga kaang.
Menurutnya, sebelum layon dinaikkan keatas bade akan dilaksanakan, penghormatan terakhir oleh Pemuda Panca Marga. "Kemudian layon disambut atau dijemput oleh Tari Baris Tekok Jago untuk menaikan ke Bade," tutur Gusde Nama Rupa. Selanjutnya bade akan bergerak menuju setra setelah lewat pukul 12.00.
Pengusung Bade akan dilaksanakan estafet sebanyak empat kali. Karena Badenya sangat berat, nanti sampai di setra juga akan dituntun oleh Baris Tekok Jago sebelum menuju pembakaran. Dijelaskan, setelah prosesi pembakaran layon selesai, akan dilanjutkan dengan nganyut di pantai Matahari Terbit.
Sementara anak ketiga almarhum I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha menerangkan, upacara pelebon ini juga dilaksanakan Apel Persada dari Organisasi Pemuda Panca Marga. Organisasi ini disebutkan sebagai perkumpulan anak-anak pahlawan nasional.
Selain itu, saat pelaksanaan ngaskara juga dilakukan prosesi leladan atau yang lebih di kenal meprani. Prosesi ini diikuti oleh sekitar 200 krama istri dari empat banjar di Desa Carangsari. Dalam prosesi ini para ibu-ibu menghaturkan gebogan ke Puri Carangsari. Setelah itu dilunggsur lagi gebogan itu lalu dibawa ke rumah masing-masing.
"Persiapan upacara ini dilaksanakan selama hampir dua bulan, yaitu dimulai dari 12 Desember 2022 - 10 Februari 2023," pungkasnya. Untuk ketinggian bade, ia menjelaskan antara 19-20 meter. Dalam upacara juga akan diiringi sekaa bale ganjur yang merupakan gabungan dari selurh banjar di Carangsari.
Selain itu juga melibatkan seluruh warga di Desa Carangsari, dan lainnya di seluruh Kecamatan Petang. Semua desa di Kecamatan Petang dilibatkan termasuk juga di luar kabupaten. "Yaitu penyandang dari Bangli, itu adalah Desa Catur, Kintamani, yang memiliki kaitan dengan Puri Carangsari. Penyandannya saja total ada 1.800 orang,” imbuhnya.
Putra bungsu pahlawan I Gusti Ngurah Rai, yakni I Gusti Ngurah Alit Yudha menghembuskan napas terakhirnya, setelah berjuang dari penyakit jantung yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir. Kepergian Alit Yudha menjadi duka mendalam bagi keluarga Puri Carangsari Petang.
Sesuai dengan petunjuk hari baik atau dewasa ayu, berbagai upacara dilaksanakan. Jenazah almarhum yang juga merupakan panglingsir Puri Carangsari ini di palebon pada 10 Februari 2023. Berbagai persiapan jelang palebon I Gusti Ngurah Alit Yudha telah disiapkan. (dre/rid) Editor : M.Ridwan