Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Teja mengatakan antrean di TPA Suwung tidak bisa dihindari karena tempatnya terbatas. Selain itu juga kendala alat berat yang membuat kurang optimal penanganan sampah di TPA Suwung . Made Teja meminta sopir truk sampah sabar menunggu. Adanya pengaturan ini untuk keamanan memperlancar akses jalan dan menghindari kecelakaan. Ditambah hujan membuat akses jalan berlumpur. "Antre pasti ada antre. Tempat membuat sampah itu terbatas. Makanya harus bergiliran," ucapnya.
Disinggung rencana penutupan TPA Suwung? Teja menungkapkan, rencana itu sudah pasti. Hanya saat ini sedang menunggu kesiapan TPST ( tempat pengolahan sampah terpadu) di Kota Denpasar yang belum siap 100 persen beroperasi. "Memang kami akan tutup masalahnya TPST harus oke dulu. Kalau tidak oke kasian semua berantakan. Nanti, kami juga kasian investor sudah mau melakukan bisnisnya di Bali ini yang harus dijaga.
Carut marut persoalan sampah membuat Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa meminta pengubahan jadwal pembuangan sampah di TPS Jalan Gunung Agung. Aryawa Wibawa meninjau, Minggu (19/2) pagi ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara Jalan Gunung Agung. Tempat pembuangan itu difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah sementara.
Mantan Anggota DPRD Kota Denpasar meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar berkonsentrasi pada pengangkutan di lokasi TPS jalan Gunung Agung agar tidak sampai meluber ke jalan.
"Saya juga mengharapkan, agar masyarakat mengubah jam pembuangan sampah, yang mana sebelumnya pagi dan sore, hanya menjadi sore hari saja. Mengingat pagi hari Jalan Gunung Agung ini adalah jalur utama dan jalur lalu lintas yang padat kendaraan serta terdapat beberapa sekolah," urainya.
Arya Wibawa juga menghimbau warga memanfaatkan dan mengoptimalkan TPS3R yang telah dimiliki masing masing Desa/Kelurahan.
"Pengelolaan sampah skala rumah tangga juga sangat diperlukan untuk mengurangi volume di tempat pembuangan sampah. Untuk itu saya mengajak partisipasi warga agar aktif dalam pengelolaan sampah ini," harapnya.
Di lokasi yang sama, Lurah Pemecutan, Ida Bagus Agung Upawana Manuaba yang mendampingi Wakil Wali kota , mengemukakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga agar terkait dengan jadwal pembuangan sampah ini.
Penanganan sampah telah dikerahkan 78 truk serta 6 ranger yang telah melakukan pengangkutan sampah dari lokasi TPS. "Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar permasalahan ini segera dapat teratasi," katanya.
Sementara itu Sekda IB. Alit Wiradana juga melakukan pemantauan penanganan sampah di TPA Suwung. Hal ini dilakukan agar penanganan sampah di Kota Denpasar bisa berjalan dengan optimal. Sebelumnya penanganan sampah sempat terkendala cuaca dan akses menuju lokasi pembuangan sampah di TPA Suwung. (feb/rid)
Editor : M.Ridwan