Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta yang didampingi Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, Ketua DPRD Bangli, DPRD Bali dapil Bangli, forkopimda, kepala OPD, rektor perguruan tinggi, ketua TP PKK, Ketua WHDI, Ketua Gatriwara, kepala unit kerja dan camat, perbekel, lurah, ketua BPD, bendesa adat, kelian adat, dan kelian subak se-Bangli, hingga FKUB, PHDI, MDA.
Juga Penglingsir Puri, akademisi, seniman, budayawan, guru, siswa, serta yowana se-Bangli menyambut langsung kedatangan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Koster-Ace ini diiringi gemuruh seni gambelan beserta Tari Berbarisan Pamendak Tamu, hingga suara pekikan KBS (Koster Bali Satu) 2 Periode Jaya, Hidup Pakyan Koster terdengar di Alun-Alun Kota Bangli.
Dukungan Gubernur Bali, Wayan Koster 2 Periode juga disampaikan langsung saat Sri Nugraha membacakan puisi berjudul Koster Dua Periode.
Dalam puisinya, Sri Nugraha membacakan dengan nada ‘Lembaran demi lembaran telah dilalui, Guliran demokrasi kian menanti, Ada yang terbesit dalam lubuk hati, Akankah Bali memiliki tuan dingin hati?, Selama orang-orang sakti masih bersemayam dibawah panji-panji koalisi, Teka-teki Bali ini tak akan mampu terbukti, Menyatukan hati menjadi solusi, Ingatlah wahai rakyat Bali, Tatkala Bung Karno berorasi, Koster lah yang melakoni, Singsingkan lengan baju dengan Tri Sakti Merajut dalam benak rakyat Bali mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Majulah Koster Dua Periode’.
Gemuruh tepuk tangan juga tertuju terhadap kepemimpinan Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace yang bekerja nyata mengimplementasikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang dituangkan ke dalam 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru.
Apresiasi pula diberikan, karena kedua pemimpin Bali yang akrab disapa Koster-Ace berhasil membangun infrastruktur monumental dan fundamental di Bali yang sebelumnya tidak pernah tercapai. 1) Pelindungan Kawasan Suci Besakih di Karangasem; 2) Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung; 3) Shortcut Singaraja-Mengwi; 4) Pelabuhan Sanur di Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan; 5) Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng; 6) Bendungan Tamblang di Buleleng; 7) Bendungan Sidan di Badung-Bangli- Gianyar; dan 8) Tol Jagat Kerthi Bali sepanjang 96 Km Gilimanuk-Mengwi.
Mengawali acara tatap muka bersama masyarakat Bangli, Gubernur Koster didampingi Cok Ace menyerahkan bantuan. 1) Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Rp 80,71 M ke Pemkab Bangli; 2) 10 bidang aset tanah seluas 3,05 Ha dan 2 unit bangunan seluas 15,46 are yang digunakan untuk penyelenggaraan Pemkab Bangli; 3) BKK Rp 4,3 M kepada Pemerintah Desa se-Bangli untuk tambahan penghasilan perbekel dan perangkat desa; 4) BKK Rp 50,4 M kepada 168 Desa Adat se-Bangli; dan 5) BKK Rp 4,87 M kepada 487 subak dan subak abian se-Bangli.
Murdaning Jagat Bali, Wayan Koster berpesan kepada Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta agar terus menjalankan program pembangunan yang baik untuk kepentingan masyarakat dengan cara kerja cermat dan berhati-hati karena Bangli dipenuhi dengan warisan adi luhung, seperti Gunung Batur, Danau Batur, hingga peninggalan-peninggalan warisan budaya leluhur.
Oleh karena itu, dalam pembangunan Bangli diperlukan konsep yang matang supaya pembangunan di Bangli bisa dilaksanakan secara holistik sesuai dengan karakteristik dan potensi alam Kabupaten Bangli.
“Astungkara dalam kepemimpinan saya bersama Tjokorda Artha Ardana Sukawati di periode selanjutnya akan terus mengarahkan pembangunan di Kabupaten Bangli, karena Bangli adalah masa depan Bali,” tegas mantan anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDIP ini.
Bupati Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Wabup Diar menyampaikan kehadiran Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace di Bangli merupakan sebuah kehormatan luar biasa.
“Untuk itu saya bersama Bapak Wakil Bupati mewakili seluruh masyarakat Bangli mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster atas segala dukungannya di dalam menyukseskan setiap program pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Bangli,” tandasnya.
Bupati Bangli menyebut bahwa sepanjang sejarah Gubernur di Bali, belum pernah ada keberpihakan pemimpin Bali seperti Gubernur Koster dalam menyukseskan pembangunan di Bangli.
“Kerja yang dilakukan Bapak Wayan Koster sangat nyata. Pertama, pada Tahun 2022 Kabupaten Bangli dibantu Rp60 miliar lebih yang bersumber dari dana APBD Semesta Provinsi Bali.
Kedua, tahun 2023 Kabupaten Bangli dibantu Rp 80 miliar lebih yang bersumber dari dana APBD Provinsi Bali; dan ketiga selalu mengawal dan mengkomunikasikan di setiap usulan pembangunan di Kabupaten Bangli ke pemerintah pusat, sehingga tahun 2023 ini Bangli mendapat dana DAK fisik sebesar Rp 140 miliar lebih dari APBN pemerintah pusat, dan ini merupakan raihan DAK tertinggi dari kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali,” ungkap Bupati Bangli.
“Kami juga merasa bangga, karena di Tahun 2023 ini APBD di Kabupaten Bangli bisa menembus Rp1,3 triliun yang merupakan capaian APBD terbesar sepanjang sejarah pemerintahan di Kabupaten Bangli,” ujarnya.
“Bapak Gubernur Wayan Koster adalah putra terbaik Bali yang sangat visioner, sosok pekerja keras, selalu menggaungkan kerja cerdas, fokus, tulus dan lurus demi kesejahteraan masyarakat Bali.
Jadi tidak ada lagi keraguan seluruh masyarakat Bangli untuk mendukung dengan totalitas Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati untuk memimpin Pulau Bali selama 2 periode ke depan,” jelasnya disambut tepuk tangan. (adv/ken)
Editor : Rosihan Anwar