Dalam kesempatan menjelang pengerupukan, dihimbau secara terbuka agar pemuda dalam mengarak ogoh-ogoh dalam wewedangan atau wilayah desa adat masing-masing. Kami juga sudah berkoordinasi prajuru di desa adat agar pengarakan ogoh-ogoh tak keluar dari wilayah Desa Adat,”kata Sudarwitha, Jumat kemarin.
Imbauan itu disampaikan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Namun pihaknya pun yakin, para pemuda yang akan melakukan pengarakan ogoh-ogoh akan tertib dan bersikap dewasa demi kenyamanan bersama. “Kami yakin pemuda di Bandung bisa tertib melaksanakan pengarakan ogoh-ogoh dengan tertib,” katanya.
Seperti diketahui, pemerintah kabupaten badung memberikan dana kreatifitas yang dapat dimanfaatkan untuk membuat ogoh-ogoh senilai Rp15 juta per seka teruna (ST). Ogoh-ogoh yang dibuat pun dilombakan oleh pihak Dinas kebudayaan Badung. sebanyak 6 ogoh-ogoh masuk nominasi terbaik untuk dan merah gelar terbaik I, II, III, Harapan I, Harapan II, dan Harapan III. (dre/rid) Editor : M.Ridwan