Boy Rafli Amar saat diwawancarai kemarin mengatakan penyintas dan eks napiter diberikan wadah supaya memiliki kemandirian secara ekonomi. Warung NKRI ada 25 di berbagai daerah di Indonesia. Ada yang bergabung antara penyintas dan eks napiter, ada juga yang hanya eks napiter saja maupun hanya penyintas." Tidak semua ada eks narapidana dan penyintas.
Sebagai contoh di Jawa Timur mengundang eks narapidana dan penyintas bergabung menjadi satu wadah usaha. Apakah mereka berjualan makanan khas daerah tersebut ada kerajinan dan sebagainya ada kemandirian ekonomi di antara mereka jadi sejahtera itu dimanfaatkan," terang Pria lulusan Akpol 1988 ini.
Boy Rafli berharap Warung NKRI ada di seluruh kabupaten di Bali, bahkan bisa masuk di Kampus. Lebih lanjut Boy Rafli menerangkan generasi muda harus terus menjaga semangat nasionalisme, kebersamaan, keberagaman dan toleransi. Serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini mengingat kondisi arus globalisasi dan arus distrupsi informasi di media sosial.
"Perlu waspada jangan sampai identitas jati diri masyarakat dan generasi muda berpengaruh dari narasi bukan narasi masyarakat tapi narasi sengaja mengubah alam pikiran negeri termasuk intoleransi radikal terorisme. Yang agak ringan banyak sekali bisa mengaburkan nilai Ke-Indonesian," papar Mantan Kapolda Papua ini
Sementara Pihak Gogo Friedchiken yang bekerja sama dengan BNPT, Roni Suharto mengatakan, rencannya akan dibuka di Lombok juga kalau yang di Bali yang ke 25. Saat ini pihak Gogo belum merekrut eks napiter karena sebelum dipekerjakan mereka akan dilatih terlebih dahulu. "Tidak langsung dipekerjakan kalau sudah bagus baru. Sudah lama kami bekerja samanya," tukasnya. (feb/rid)
Editor : M.Ridwan