Hadiah lomba ini diserahkan pada Kamis (6/4/2023) di Jayasabha, Denpasar, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, Kepala Dinas PMA Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Prof. Dr. Wayan ''Kun '' Adnyana, Majelis Desa Adat Provinsi Bali, dan PHDI Provinsi Bali.
Adapun besaran hadiah ini masing-masing sebesar Rp 50 juta, Rp 35 juta, dan Rp 25 juta.
Penyerahan hadiah tersebut diberikan kepada juara masing-masing kabupaten/kota se-Bali secara berurutan. Pertama, juara Badung terdiri atas ST. Dharma Pertiwi, Banjar Kauh Pecatu, Kuta Selatan; ST. Widya Dharma, Banjar Tengah Pecatu, Kuta Selatan, dan ST. Eka Bhuana Tunggal Budi Kangin, Banjar Seminyak Kangin, Kuta. Kedua, juara Bangli terdiri atas ST. Wisnu Sedana, Banjar Malet Gusti, Desa Adat Penglumbaran, Susut; ST. Murdha
Citta, Banjar Demulih, Susut; dan ST. Mekar Sari Banjar Kalanganyar, Tembuku.
Ketiga, juara Buleleng terdiri atas ST. Tunas Teratai Tanjung Mekar Banjar Kajakangin-Ceblong, Sawan; ST. Giri Kusuma Banjar Giriloka, Sukasada; dan ST. Eka Stana Banjar Kubuanyar, Tejakula. Keempat, juara Kota Denpasar terdiri atas ST. Dwi Putra Banjar Tegal Agung, Denpasar Timur; ST. Yowana Werdhi Banjar Batan Buah, Denpasar Timur; dan ST. Dharma Subhiksa Banjar Sasih, Denpasar Selatan.
Kelima, juara Gianyar terdiri atas ST. Eka Budi Kusuma Giri, Banjar Pengembungan, Tampak Siring; ST. Widya Dhri Sedana Banjar Payangan, Payangan; dan ST. Dharma Kencana Banjar Punusuan, Tegalalang. Keenam, juara Jembrana terdiri atas ST. Kembang Sari Banjar Banyubiru, Negara; ST. Guna Widya Banjar Kertha Budaya Pancardawa, Jembrana; dan ST. Swastika Karya Banjar Swastika, Jembrana.
Ketujuh, juara Karangasem terdiri atas ST. Yowana Panji Saraswati, Banjar Sangkan Aji, Sidemen; ST. Yowana Santhi Banjar Adat Belong, Karangasem; dan ST. Yowana Darma Kriya Banjar Tengah, Bebandem. Kedelapan, juara Klungkung terdiri atas ST. Satya Dharma, Banjar Tengah, Dawan; ST. Dharma Yowana Banjar Adat Tusan, Desa Adat Klungkung sebagai Juara; dan ST. Panji Saraswati Banjar Budaga, Klungkung.
Terakhir, Juara Ogoh-Ogoh di Kabupaten Tabanan diraih oleh ST. Putra Para Jana Jaya Banjar Wani, Desa Adat Bale Agung, Kerambitan; ST. Eka Dharma Panca Kerti Banjar Subamia Bale Agung, Desa Adat Subamia, Tabanan; dan ST. Tunas Mekar Banjar Meliling Kangin, Desa Adat Meliling, Kecamatan Kerambitan sebagai Juara III.
“Adik- adik saya perlu pertegas bahwa Bali ini tidak memiliki sumber daya alam seperti di daerah Bali. Bali tidak mempunyai tambang emas, batubara, minyak, gas, dan pertambangan umum lainnya yang menjadi sumber pendapatan untuk membangun perekonomian daerah.
Tetapi Bali, dengan penduduk 4,3 juta lebih yang tersebar di 8 Kabupaten/1 kota, 57 kecamatan, 636 desa, 80 kelurahan, dan 1.493 desa adat ini diberikan anugerah luar biasa oleh Hyang Pencipta, yakni berupa kekayaan, keunikan, dan keunggulan adat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali,” tegas Gubernur Koster.
“Kalau budaya Bali rusak tidak terawat, maka Bali ini tidak lagi memiliki keunikan dan keunggulan apa-apa atau kita akan kehilangan kekayaan identitas,” tegas Gubernur Bali jebolan ITB yang mendapat sambutan hangat ratusan yowana lantaran sukses memperjuangkan RUU tentang Provinsi Bali menjadi UU Provinsi Bali yang didalamnya ada kekuatan untuk mengayomi desa adat.
“Selamat kepada adik-adik yowana yang telah mendapatkan juara. Kepada yang belum dapat juara jangan berkecil hati, tahun depan masih ada dan siapkan dari sekarang dengan membuat desain ogoh-ogoh seindah mungkin,” tutup Murdaning Jagat Bali. (ken)
Editor : Rosihan Anwar