General Manajer PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Muhammad Yasin mengatakan, dari segi fasilitas dan sarana pendukung di Pelabuhan Gilimanuk maupun Pelabuhan Ketapang sudah siap untuk melayani penyeberangan pada saat arus mudik mendatang. "Sudah kami siapkan semua fasilitas dan sarana pendukungnya," jelasnya.
Pihaknya juga sudah siap jika nantinya ada penambahan kapal bantuan beroperasi ketika arus mudik membludak. Dari total 49 unit kapal yang siap dioperasikan di selat Bali lintas Ketapang - Gilimanuk, rencananya akan ada tambahan empat kapal dengan kapasitas lebih besar.
Mengenai rencana menyiapkan tambahan empat unit kapal untuk bantuan angkutan lebaran tersebut, merupakan kewenangan dari pihak BPTD. Karena sebelumnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang mengusulkan menambah kapal-kapal berukuran besar baik 3.000 GT maupun sekitar 2.000 GT. Seperti KMP Jatra II dari PT. ASDP, Dharma Lautan Utama, Trimas Laila, dan Parama Kalyani.
"Kami pada prinsipnya sudah siap fasilitas dan sarannya jika memasang ada tambahan kapal," tegasnya.
Mengenai kendala penyeberangan yang selama ini terjadi, seperti pendangkalan air laut di dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, sudah ditangani dengan penyedotan pasir sehingga pada saat arus mudik tidak ada kapal yang kesulitan sandar dan bongkar pasang meskipun air laut surut Mengenai arus mudik puncaknya diperkirakan terjadi pada H - 3 dan H - 2 lebaran. Pada pemudik mendatang, jumlahnya diperkirakan meningkat dibandingkan tahun lalu. (bas/rid) Editor : M.Ridwan