Direktur RSU Negara Ni Putu Eka Indarwati mengatakan, salah satu penumpang bus masih menjalani rawat inap karena ada luka pada kepala dan tulang rusuk patah satu. Penumpang bus tersebut diduga mengalami benturan keras.saat bus kecelakaan nyungsep ke jurang. "Satu pasien korban kecelakaan bus masih menjalani rawat inap. Menunggu hasil observasi dokter untuk rawat jalan," jelasnya, Jumat (28/4).
Sementara pasien lain korban kecelakaan bus sudah kembali ke tempat tinggal masing-masing karena hanya mengalami luka ringan. Sebagian besar dirawat di Puskemas Melaya, karena terdekat dengan lokasi kecelakaan.
Terpisah, Kasi Humas Polres Jembrana Iptu I Made Astawa Astiawan mengatakan, mengenai kasus kasus kecelakaan yang melibatkan dua bus dan satu motor masih dalam proses penyelidikan Satlantas Polres Jembrana. "Masih ditangani Satlantas untuk penyelidikannya," jelasnya.
Mengenai korban kecelakaan, baik sopir bus, penumpang bus, pengendara motor dan penumpangnya dan kondisi selamat dan sebagian besar sudah kembali ke tempat tinggal masing- masing. Hanya satu orang korban kecelakan yang masih menjalani rawat inap karena harus menjalani observasi medis.
Astawa menambahkan, penumpang bus yang kecelakaan merupakan pemudik yang akan kembali ke sejumlah daerah di Bali, diantarnya Tabanan, Badung dan Denpasar. Setelah menjalani perawatan karena hanya luka ringan sudah bisa pulang ke tempat tinggal masing-masing dijemput keluarganya.
Sementara mengenai evakuasi bus yang terperosok dalam jurang sekitar 15 meter masih terkendala. Sejatinya proses evakuasi sudah dimulai sejak Kamis malam lalu, namun upaya menarik bus tidak bisa dilakukan. "Medan sulit untuk ditarik," ujarnya.
Bus antar kota antar provinsi dengan nama di samping My Trans sudah dalam posisi bagian depan menghadap ke Jalan Denpasar - Gilimanuk. Namun sulit untuk menarik bus karena tebing yang terjal. "Rencana hari ini (kemarin) dilanjutkan proses evakuasi bus," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas saat operasi Ketupat Agung 2023 kembali terjadi di Jalan Denpasar - Gilimanuk. Dua unit bus dan satu motor terlibat kecelakaan, Kamis (27/4). Kecelakaan mengakibatkan satu bus hingga masuk jurang, beruntung penumpang selamat.
Kecelakaan terjadi Kamis pagi sekitar puk 03.30 WITA. Lokasi kecelakaan bus antar kota antar provinsi N 7075 UI dengan bus DK-7061-OD, serta satu motor DK-6824-ADK, tepat di Jalan Denpasar Gilimanuk kilometer (KM) 114-115. di wilayah Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana,
Kronologis kecelakaan, lanjutnya, saat bus N 7075 UI yang dikemudikan Heri Rudiansyah,33, asal Kabupaten Malang, melaju ari arah utara atau arah Gilimanuk menuju Denpasar. Saat itu diikuti di belakanganya bus DK 7061OD, yang dikemudikan Totok Budiono, 53, asal Desa Sambi Bulu, Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo.
Saat kedua bus melaju ini, tepat di lokasi kejadian yang gelap tanpa lampu penerangan jalan, kemudian bus DK 7061 OD menabrak motor yang melaju di depannya. Motor DK 6824 ADK yang dikendarai Muhammad Rosi, 30, asal Desa Karangkedawung, Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember.
Setelah bus menabrak motor dari belakang, bergerak ke kanan masuk jalur kanan. Pada saat bersamaan, bus N 7075 UI yang berada Adi belakang bus DK 7061 OD hingga terdorong ke depan kanan dan masuk ke kebun warga yang curam. Bus lalu berguling di jurang kebun warga.
Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sebelas orang, sopir kedua pus dan penumpangnya, serta pengendara motor dan penumpangnya. Kecelakan juga menyebabakan kerugian materi sekitar Rp 60 juta. (bas/rid) Editor : M.Ridwan