NEGARA,radarbali.id - Dermaga Ponton Pelabuhan Gilimanuk mulai ditingkatkan menjadi dermaga movable bridge (MB). Peningkatan dermaga ini, sebagai langkah awal perbaikan pelabuhan yang menjadi pintu masuk Bali. Karena ke depan, akan dilakukan penataan secara menyeluruh untuk menunjukkan wajah Bali sebagai destinasi wisata dunia.
"Satu persatu mimpi itu (revitalisasi Pelabuhan Gilimanuk) dibuktikan. Hari ini, peningkatan dermaga ponton bagian dari pada rangkaian perencanaan pembangunan kabupaten Jembrana menuju Jembrana 2026," ujar Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat ground breaking peningkatan dermaga ponton di Pelabuhan Gilimanuk, Jumat (23/6).
Bupati bersyukur dan berterima kasih kepada PT. ASDP Indonesia Ferry, secara khusus kepada Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi yang juga hadir, secara resmi telah memulai pengerjaan peningkatan dermaga ponton menjadi dermaga MB.
Menurut bupati, Pelabuhan Gilimanuk penting berbenah karena mencerminkan sebagai wajah Kabupaten Jembrana, khususnya Bali sebagai destinasi wisata dunia. "Hari ini bukan pekerjaan secara menyeluruh, tetapi nantinya bertahap," ujarnya.
Dengan anggaran sekitar Rp 54 miliar untuk peningkatan dermaga ponton. Ke depan akan ada perbaikan lain di Pelabuhan Gilimanuk, dermaga lain juga diharapkan dapat perhatian untuk diperbaiki dan termasuk Terminal Gilimanuk nantinya akan diperbaiki. "Saya bahagia, karena apa yang kita rencanakan disambut baik oleh pihak ASDP," ujarnya.
Bupati menyampaikan, dengan penataan dan peningkatan Pelabuhan Gilimanuk, berharap ada bonus pariwisata. Pelabuhan Gilimanuk sebagai indikator, karena saat tol Probolinggo - Banyuwangi selesai dikerjakan, maka wisatawan nantinya lebih banyak menggunakan jalur darat dan tentunya masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk. Arsitektur Pelabuhan Gilimanuk ini juga nantinya akan menggunakan arsitektur khas Bali.
Menurut bupati, banyak dapat keluhan lamanya penyeberangan hanya karena mengapung menunggu giliran sandar di dermaga. Sehingga dengan terbangunnya dermaga ponton ini bisa mempercepat penyeberangan
Dalam kesempatan itu, Bupati Jembrana menyampaikan bahwa sudah membicarakan kerjasama antara pemerintah kabupaten dengan pihak PT. ASDP agar ada kontribusi dalam bentuk pendapatan kepada pemerintah kabupaten. Salah satunya dengan menyediakan sistem digitalisasi pada pintu keluar dan masuk Bali. Nantinya akan dibicarakan lebih lanjut.
Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, peningkatan dermaga ponton Pelabuhan Gilimanuk untuk penguatan, karena selama ini antara Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang tidak sama, terkesan pincang. Karena di Pelabuhan Ketapang ada 4 dermaga MB dan dermaga LCM. Sedangkan di Pelabuhan Gikimanuk, ada 3 dermaga MB dan 1 dermaga ponton. "Sekarang yang kita lakukan ini penguatan, di seberang (Ketapang) ada empat kekuatan sama yang disini empat, hanya tiga yang sama kekuatannya, satu belum. Sekarang peningkatan kapasitas supaya balance," ujarnya.
Dengan peningkatan dermaga ponton ini, lanjutnya, seharunya penyeberangan bisa lebih lancar. Nantinya setelah selesai pada 31 November, sehingga pada tahun baru nanti bisa lebih lancar karena ketidakseimbangan antara dua pelabuhan sudah ditangani dan kapalnya nanti bisa lebih besar. "Pengapungan lebih cepat, kalau bisa bisa tidak ada pengapungan," ungkapnya.
Mengenai kerjasama antara pemerintah kabupaten Jembrana dan PT. ASDP Pelabuhan Gilimanuk, nantinya sebagai perusahaan plat merah yang berperan sebagai pengelola pelabuhan akan berkontribusi dalam bentuk pendapatan asli daerah (PAD) kepada Jembrana. "Nanti kalau bupati ada waktu lebih lapang, bisa cerita. Ada master plant yang sudah kita rencanakan, pak bupati mimpinya besar dimulai dari master plant," terangnya.
Karena menurutnya, master plant sangat penting. Menurutnya, mengenai potensi PAD yang masuk kepada kabupaten merupakan ranah bupati, tetapi kalau dari yang sudah mulai dimulai adalah pembayaran retribusi untuk pemerintah daerah. "Kalau selama ini manual, itu akuntabilitas pasti dibandingkan digital kalah. Dengan digitalisasi Jembrana semakin akuntabel, semakin sehat secara tata kelola. Dan kami berkontribusi disitu," terangnya. ***
Editor : M.Ridwan