MANGUPURA, radarbali.id - Jumlah pengeluaran sapi di Pasar Beringkit menjelang Idul Adha pada (29/6) mengalami penurunan sebesar 30 persen dibandingkan tahun 2022 lalu. Hal ini disampaikan Dirut Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung, I Made Sukantra kemarin (27/6).
Berdasarkan SK Gubernur Tahun 2023, jual beli sapi yang bisa diantarpulaukan berjumlah 30 ribu ekor dengan eprhitungn setiap caturwulan. Caturwulan pertama itu sebanyak 5 ribu ekor, caturwulan kedua masuk ke dalam rentang waktu Idul Fitri dan Idul Adha sebanyak 20 ribu ekor, dan caturwulan ketiga sejumlah 5 ribu ekor.
"Namun demikian, sapi yang diantarpulaukan sampai saat ini yang masuk Pasar Beringkit dari Januari sampai Juni 6.618. Itu berarti ada penurunan 30 persen dari tahun lalu," tuturnya.
Baca Juga: Diduga karena Korsleting Listrik, Rumah Warga Gunaksa Kebakaran
Jumlah dari bulan Januari sampai Juni 2022 pengeluaran sapi dari Pasar Beringkit 9.027 ekor. Sehingga ada terdapat penurunan 2.409 ekor dibandingkan tahun lalu. Sedangkan secara umum dari tahun dari Januari hingga Juni 2022 sebanyak 31.740 ekor dan tahun 2023 sebanyak 25.459, dengan perbandingan 6.281 ekor.
Penurunan ini dikarenakan masih adanya pengaruh Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan kondisi COVID-19 yang mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk melakukan kebutuhan sapi di Idul Adha masih terbatas.
"Tahun ini ada penurunan 30 persen dari tahun lalu, walaupun tahun lalu ada PMK atau penutupan pasar. Kalau tidak ada penutupan pasar, bisa jauh lebih tinggi," kata Sukantra.
Baca Juga: Libur Idul Adha, Bandara I Gusti Ngurah Rai Akan Layani 320.205 Penumpang
Adapun harga sapi di Pasar Beringkit berkisar Rp54 ribu hingga Rp55 ribu per kilo sapi hidup. Angka ini meningkat semenjak awal bulan Juni atau mendekati Idul Adha. Sebelumnya, harga sapi hanya berkisar di harga Rp45 ribu dan diperkirakan akan kembali normal setelah Idul Adha.
Penyebab lainnya yakni banyaknya jual beli sapi antar pulau yang tidak melalui Pasar Beringkit. Misalnya melalui rumah ke rumah.
"Harapan saya selaku pengelola Pasar Beringkit yang memang kita miliki di Bali menjadi ikon. Pasar Beringkit adalah milik bersama di Bali," sambungnya.
Baca Juga: 7 dari 10 Remaja Pembunuh Yohanes Duduk di Kursi Pesakitan, Dijerat Bersama-Sama Merampas Nyawa Orang Lain
Lebih lanjut, persiapan menjelang Idul Adha telah dilakuan bahkan dari sebelum Idul Fitri. Di antaranya dengan tera timbangan untuk menghasilkan timbangan yang berkualitas, menjaga kebersihan kandang, melakukan penyemprotan, dan pemantauan sapi-sapi yang masuk dengan alat-alat digital seperti CCTV.
Pihaknya juga memastikan ada surat pengantar resmi dari desa, vaksinasi PMK, hingga pemakaian ear tag untuk sapi agar terdata siapa pemilik sapi dan dari mana. ***