Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ngaku Banyak Konsumsi Produk Impor, Koster Akan Buka Lahan Bawang Putih 1000 Hektare

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 29 Juni 2023 | 05:45 WIB
STOP IMPOR: Sentra pertanian bawang putih di Desa Munduk Kecamatan banjar Buleleng. Gubernur Koster bertekad menanam 1000 hektare.
STOP IMPOR: Sentra pertanian bawang putih di Desa Munduk Kecamatan banjar Buleleng. Gubernur Koster bertekad menanam 1000 hektare.

DENPASAR,radarbali.id Masyarakat Bali selama ini ternyata disebut lebih banyak mengonsumsi  bawang putih impor dibandingkan yang diproduksi petani lokal.  Hal ini karena bawang putih impor lebih murah sehingga petani tidak mau menanam bawang putih

Produksi bawang putih di Bali 1.040 ton  sedangkan kebutuhan masyarakat 3.645 ton  sehingga defisit 2.605 ton. Kata Gubernur Bali Wayan Koster untuk mencapai kedaulatan pangan Bali harus menanam bawang putih. Direncanakan akan menanam 1000 hektar di Bangli, Karangasem dan Buleleng.   

"Impor bawang putih harus tanam sudah disiapkan 1000 hektare daerah Bangli dan Buleleng. Sudah mulai di Karangasem, sudah menanam 100 hektar dan akan menanam 100 hektar lagi," ucapnya usai rapat paripurna Jawaban Gubernur terkait pemandangan umum Fraksi Raperda tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 tahun Bali Era Baru 2025-2125, kemarin (28/6/2023). 

 Baca Juga: Amor Ring Acintya! Kepala Wanita Pecah Dilindas Truk Isuzu di Jalan Bypass Ngurah Rai, Begini Penyebabnya

Koster menargetkan tercapainya rencana menanam 1000 hektar bawanh putih pada 2024 sampai 2025 mendatang sehingga tidak lagi didominasi bawang impor. 

 Ia menuturkan, awalnya heran kenapa Bali memilih impor bawang putih padahal wilayah agraris. Koster memanggil kepala Dinas Pertanian Bali, hasil diskusi mereka ternyata bukan masalah peralatan, tetapi petani lokal enggan menanam bawang putih karena harganya lebih tinggi dibandingkan yang impor. 

"Gila tidak, makanya saya minta kepala dinasnya untuk tanam bawang putih jangan sampai defisit," ujarnya. 

Sedangkan delapan kebutuhan pokok yang lain kondisinya  di Bali masih aman. Jumlah produksi lebih besar dibandingkan kebutuhannya. Seperti beras; jagung pipilan kering;bawang merah;cabai rawit, cabai besar;daging sapi/kerbau;daging ayam ras dan telur ayam ras.***

 

 

 

Editor : M.Ridwan
#Bawang putih lokal #bawang putih #gubernur koster #tanam bawang putih #produk impor