DENPASAR, radarbali.id - Memasuki bulan Juli 2023, wilayah Bali diprediksi berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang mulai tanggal (1/3) sampai (3/7). Berdasarkan informasi prakiraan cuaca harian yang dikeluarkan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar, kondisi ini meliputi wilayah Bali bagian timur, tengah, selatan, dan barat.
Selama tiga hari tersebut, diprediksi juga angin umumnya bertiup dari barat tenggara ke selatan dengan kecepatan berkisar antara empat sampai 34 km/jam. Serta tinggi gelombang laut di perairan utara Bali berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter; di perairan selatan Bali berkisar antara 1-3 meter; serta Selat Bali dan Selat lombok berkisar antara 1-2.5 meter.
Kondisi ini disebabkan oleh terbentuk daerah perlambatan angin di Samudera Hindia Selatan Bali-NTB yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Selain itu, suhu muka laut di sekitar wilayah Bali umumnya berkisar antara 26 sampai 30 derajat celcius, serta massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 700 mb (3.000 meter) menjadi faktornya.
BMKG turut memberikan peringatan dini agar waspada terhadap potensi hujan, sedang hingga lebat di wilayah Bali bagian utara, timur, dan selatan.
"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan dari cuaca esktrem seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, dan kilat atau petir," terang Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho tertulis.
Tinggi gelombang laut selama awal Juli ini berpotensi dapat mencapai 2.0 meter atau lebih di Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok, dan Samudera Hindia Selatan Bali. Sehingga masyarakat umum, nelayan, dan pelaku kegiatan wisata bahari diimbau untuk mewaspadai potensi ini.
Hal serupa juga disampaikan Koordinator Bidang Data dan Informasi, I Nyoman Gede Wiryajaya. Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan hati-hati terhadap potensi bencana hidro meteorologi yg mungkin dapat terjadi.
Informasi dari BMKG, khususnya peringatan dini, juga dapat di-update dan dimanfaatkan guna pengurangan resiko bencana yang mungkin terjadi.
"(Diimbau, red) agar selalu meng-update informasi melalui sumber resmi seperti BMKG, BPBD, SAR dan lainnya, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yg bersifat hoax," imbaunya.
Apabila masih membutuhkan informasi dari BMKG seperti cuaca, iklim, gempa bumi, dan tsunami, masyarakat dapat menghubungi 0361751122 yang beroperasional 24 jam selama tujuh hari.***