Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gubernur Koster Ogah Akui Defisit Anggaran, Klaim Surplus Dongkrak PAD dari Hasil RSBM dan Sewa Lahan ITDC

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 18 Juli 2023 | 05:09 WIB

 

BAHAS ANGGARAN:  Gubernur Bali Wayan Koster saat diwawancarai wartawan seusai sdng paripurna di DPRD Bali Senin 17 Juli 2023
BAHAS ANGGARAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat diwawancarai wartawan seusai sdng paripurna di DPRD Bali Senin 17 Juli 2023
 
DENPASAR,radarbali.id Anggaran Pemerintah Provinsi Bali mengalami defisit sehingga butuh melakukan penghematan. Golkar Bali menyoroti isu yang berkembang di masyarakat karena beredar   Surat Edaran Sekda Bali Nomor 5253/2023 ke publik. Hal itu disampaikan Anggota Fraksi Golkar DPRD Bali, I Made Suardana dalam pemandangan umum di rapat paripurna kemarin (17/7). 
 
Suardana menyampaikan  potensi defisit yang disampaikan melalui Surat Edaran Sekda terdiri dari defisit sesuai hasil audit realisasi Anggaran 2022 sebesar Rp 946, 38 miliar ditambah kekurangan SILPA bersih APBD 2023 sebesar Rp 107,366 miliar, sehingga keseluruhan berjumlah Rp 1.053,73 miliar.
 
Berdasar proyeksi realisasi pendapatan 2023 sebesar Rp 5.664,5 miliar dan proyeksi realisasi belanja sebesar Rp 7.522 miliar, maka potensi defisit diperkirakan sebesar Rp 1.857,8 miliar, ditambah pembiayaan netto sebesar Rp 65 miliar, maka potensi keseluruhan defisit diperkirakan mencapai Rp 1.922,8 miliar. 
 
Baca Juga: Panen Budidaya Terumbu Karang, Penyelam Malah Tewas, Begini Dugaan Penyebabnya
 
Di lain sisi, saat rapat paripurna kemarin Gubernur Bali Wayan Koster menampik anggaran Pemprov Bali mengalami defisit mencapai Rp 1,9 triliun. Menurutnya, yang menghitung Rp 1,9 Triliun tidak mengerti hitungan aljabar. 
 
Ia tidak mengelak adanya defisit tapi tidak sebesar isu yang beredar. Sebab perhitungannya  masih ada waktu  enam bulan lagi. Koster telah menghitung potensi-potensi yang ada, terutama sewa lahan provinsi di ITDC Nusa Dua yang akan dibayarkan Agustus mendatang sebesar Rp 830 miliar. 
 
  "Target pendapatan daerah sebesar 6,9 Triliun, terdiri dan bersumber dari pendapatan asli daerah Rp 4,7 triliun dana transfer dari pusat Rp 2,1 triliun. Belanja daerah ditetapkan Rp 7,9 triliun atau tepatnya 7,88 triliun ada belanja operasi Rp 4,5 triliun, belanja modal Rp. 1,4 triliun, belanja transfer ke Kabupaten Kota Rp. 1,9 triliun dan yang lain-lain. Dari struktur pendapatan daerah Rp. 6,9 triliun dan belanja daerah Rp.7,9 triliun terdapat perencanaan defisit Rp. 1 triliun ini untuk menyusun agar neracanya seimbang," jelasnya. 
 
Baca Juga: Kondisi Dewa Wiwin Mulai Membaik, Hasil Visum Telah Keluar, Dewa Nida Sebut Upaya Mediasi Tak Beretika

Pihaknya mengaku masih  ada waktu  beberapa bulan lagi adanya  penambahanya Rp 2,6 triliun. Jika ditambah pendapatan saat ini Rp 2,4 triliun dan ditambah Rp 2,6 triliun mencapai Rp 5 triliun artinya melebih target Rp 4,7 triliun. Itu baru bersumber pendapatan yang terbesar adalah dari pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor. Selain itu juga mendapat dana dari pusat dan sumber yang lain. 
 
"Dana transfer pasti terealisasi jangankan sekarang, saat Covid-19 realisasi 100 persen apalagi sekarang ekonomi yang sudah membaik," terangnya. 
 
Menurutnya, total pendapatan perkiraan terburuk Rp 4,6 sampai Rp 4,7 triliun dan ditambah transfer dana pusat. Sementara itu, belanja Rp 7,9 triliun tidak pernah terealisasi sampai 100 persen, jika realisasi perkiraan sampai 90 persen pasti akan menurun, sehingga angka  defisit yang ditemukan  dari Rp 300 sampai Rp 700 miliar. " Itu salah aljabar yang buat. Tidak ada defisit Rp 1 triliun apalagi Rp 1,9 triliun," tukasnya. 
 
Baca Juga: Dramatis, Sakit Menahun, Dokter Dievakuasi Tim SAR, Kerahkan Crane, Sempat Menolak Rawat di Rumah Sakit
 
Untuk menaikkan pendapatan dan membayar utang PEN (pemulihan ekonomi nasional) Koster memiliki skema, salah satunya memanfaatkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Bali Mandara dan RS. Mata Bali Mandara. Kemudian bisa memangkas belanja yang tidak penting yakni melakukan efisiensi. Koster meyakinkan akan klop ditambah juga Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang sehat. 
 
Tidak hanya itu,  potensi lahan kerja sama penggunaan lahan di ITDC 39 hektar lebih  sudah ada penyesuaian Rp 51 miliar per tahun, dihitung menjadi Rp 830 miliar harus dibayar didepan sekaligus.
 
"Kenapa saya minta bayar sekaligus karena sertifikat di atas lahan dijadikan jaminan untuk pinjaman uang di bangkok Bank. Dia dapat uang cash masak sama kita dia nyicil, gak fair. Maka saya sudah panggil ketua direksinya maka dari itu kesepakatannya bayar sekaligus mudah-mudahan ini sedang berproses semoga Agustus Rp 830 miliar ini terealisasi," harapnya. 
 
Baca Juga: Berupaya Kabur ke Jawa, Maling Motor Ini Diringkus Polisi di Pelabuhan Gilimanuk
 
 Jika pihak ITDC membayar Agustus mendatang akan dijadikan penambahan penyertaan modal di BPD Bali  sebesar Rp 600 sampai Rp 650 miliar. BPD sangat sehat bisa memberikan  deviden 20-25 persen dari total penyertaan saham. Saat ini Pemprov Bali memiliki Rp 600 miliar mendapat feedback Rp140 miliar per tahun. 
 
"Kalau ditambah sekarang 600 miliar kita akan tambah lagi 140 miliar per tahun. Itu pasti. Ini yang akan saya pakai Rp 140 miliar ini untuk membayar pengganti potongan DAU (Dana Alokasi Umum)  akibat pinjaman PEN Rp 1,5 triliun.   Karena 1 tahun itu hampir Rp 188 miliar,  kita punya pendapatan yang fix Rp140 miliar selisih lagi 40 miliar artinya kita tidak akan menghadapi kondisi fiskal yang buruk ini sudah dihitung dengan cermat," tuturnya. 
 
Selain itu, kerjasama kawasan pusat kebudayaan Bali dengan pihak ketiga. Banyak investor yang berminat. Kawasan seluas  334 hektar itu zona penunjangnya sekitar 150 hektar itu adalah zona komersial yang akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga "Sekarang banyak yang berminat tapi saya ingin itu agar berjalan dengan baik yang kita cari orang yang memiliki idealisme untuk menjaga Bali," jelasnya.
 
Baca Juga: Sopir Ngantuk, Mobil Seruduk Pemotor lalu Nyungsep ke Sungai 
 
Dengan upaya kerja sama dengan pihak ketiga, dalam  waktu dekat paling lambat bulan Agustus selesai  Bali akan mendapatkan uang cash antara Rp 1 hingga 2 triliun.  Itu yang akan digunakan membangun zona inti pusat kebudayaan Bali,  sisanya akan ditambah ke penyertaan BPD Bali, selanjutnya sisanya kita gunakan untuk menambah belanja APBD. Koster menekankan pendapatan didapat  dari kerja sama sewa di Nusa Dua  Bali akan surplus bukan defisit. "Memang saya bodoh? Di masa sulit saya bisa menyelesaikan dengan rapi. Saya pastikan tidak ada defisit. No, I'm Sorry," tandasnya.***
Editor : M.Ridwan
#defisit anggaran #surplus #itdc #pad #gubernur koster #rsbm