MANGUPURA, radarbali.id – Meski sudah ada peraturan daerah (Perda) kasus rabies di Bali hingga kini masih tinggi. Namun Pemerintah Daerah pun nyaris kewalahan menanganinya. Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta pun telah menugaskan Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) untuk berkoordinasi dengan bagian kesehatan hewan untuk melakukan antisipasi terhadap rabies, baik dengan pembentukan Tim Siaga Rabies (Tisira) ataupun melalui vaksinasi terhadap Hewan Penular Rabies (HPR).
Selain upaya tersebut, ia juga mengapresiasi keberadaan shelter atau tempat penampungan hewan terlantar yang dibangun masyarakat di kawasan Badung.
"Kami juga terima kasih kepada masyarakat, bahkan masyarakat Badung sekarang sudah membangun dan membuat shelter untuk anjing-anjing liar itu," paparnya usai Rapat Paripurna DPRD Badung pada Kamis (20/7/2023) lalu.
Baca Juga: Cek Fakta! Upah Guru TK di Kabupaten Badung Masih di Bawah UMK, Begini Kata Sekda
Kepala Disperpa Kabupaten Badung, I Wayan Wijana menyebutkan shelter yang ada di Badung terletak di wilayah Kuta Selatan dan Abiansemal.
"Yang jelas ada di wilayah Kuta Selatan dan Abiansemal. Pemiliknya pribadi yang memang sangat menyayangi binatang," ujarnya kemarin (22/7).
Sebelumnya, ia menyebutkan Pemkab Badung akan untuk berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) untuk merintis shelter. Namun hingga saat ini belum ada perencanaan lebih lanjut karena belum ada lokasi yang tepat.
Baca Juga: Dapat Tangkapan Kepiting Bakau Sebagai Rezeki Tambahan
"Belum ada perencanaan, karena belum ada lokasi yang tepat. Kami masih berharap bisa kolaborasi dengan FKH Unud," sambungnya.
Lebih lanjut, cakupan vaksinasi rabies di Badung per tanggal (21/7) yakni 91, 74 persen atau 81.656 ekor. Disperpa Badung juga memberikan perhatian khusus di tempat wisata seperti Sangeh. Tercatat cakupan vaksinasi rabies di Desa Sangeh sudah mencapai 80 persen.
Sementara itu, pengelola kawasan Badak Agung Denpasar, Inti juga berperan aktif membuat shelter alias penampungan dan perawatan anjing. Bahkan, pihaknya juga tidak hanya menampung anjing. Namun juga kucing.
Baca Juga: Duh! Banyak Pengembang Perumahan Belum Pecah Sertifikat, Pemkab Tabanan Minta Masyarakat Hati-Hati
”Anjing sakit pun kami tampung untuk kami rawat,” kata Inti (23/7/2023)
Karena baru aktif, hingga kini pihaknya baru menampung puluhan anjing dan puluhan kucing di shelter yang dibuatnya dengan modal sendiri. ***
Editor : M.Ridwan