Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Bali pascacovid-19 juga berdampak pada tingkat kecelakaan. Bali masuk 10 besar daerah menyumbang kecelakaan tertinggi secara nasional. Yakni di peringkat 9, dari 10.
PERKEMBANGAN ini seperti disampaikan Kepala Jasa Raharja Cabang Bali, Abubakar Aljufri, saat diwawancarai Kamis (7/9/2023).
Abu Bakar menyampaikan bahwa jumlah santunan yang dibayarkan meningkat sekitar 27 persen dibandingkan tahun lalu. Tahun 2022 santunan yang dicairkan 35.858.978.280 dan tahun ini, sampai bulan Agustus 2023 sebesar Rp. 46.029.942.755.
"Bali semakin tumbuh dan ramai juga berdampak peningkatan kecelakaan. Ini menjadi tugas Jasa Raharja tidak hanya pada santunan tapi psikologis juga," ungkapnya, saat ditemui acara pelaksanaan Relaksasi Pajak Daerah Tahap II Tahun 2023 di Kantor Bapenda Bali.
Berdasarkan data yang dirangkum Jawa Pos Radar Bali, merujuk data dari : katadata.co.id, mengutip dari Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri, sepanjang semester I 2022 ada 62.975 kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia, dengan total nilai kerugian mencapai Rp134,6 miliar.
Pada semester I 2022 kecelakaan paling banyak terjadi di Jawa Tengah, yakni sekitar 14 ribu kasus kejadian kecelakaan dalam waktu setahun.
Sedangkan kecelakaan lalu lintas juga banyak tercatat di Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan sekitarnya (wilayah hukum Polda Metro Jaya, Jakarta), Jogjakarta, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Aceh, Bali, serta Sumatra Barat. Jadi, Bali di peringkat ke-9 jumlah korban kecelakaan.
Jenis kecelakaan beragam. Secara keseluruhan, pada semester I , tahun 2022, jenis kecelakaan yang paling banyak terjadi adalah tabrakan antar bagian depan kendaraan (22%). Juga tabrakan bagian depan dengan belakang kendaraan (22%), serta kecelakaan tunggal (20%). [*]
Editor : Hari Puspita