Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sampai Berakhir Masa Jabatan Koster, Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Janji Tinggal Janji, Warga Resah

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 23 September 2023 | 11:15 WIB

TAK JELAS: Ilustrasidesain jalan Tol Gilimanuk - Mengwi Badung yang hingga kini dipertanyakan masyarakat Tabanan.
TAK JELAS: Ilustrasidesain jalan Tol Gilimanuk - Mengwi Badung yang hingga kini dipertanyakan masyarakat Tabanan.

TABANAN, radarbali.id– Pembangunan Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi janji tinggal janji. Sampai berakhirnya kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati hingga Presiden Jokowi menunjuk PJ Gubernur Bali, proyek tol Gilimanuk Mengwi Tol sepanjang 96,84 KM tersebut tidak kunjung terlaksana.

Padahal masyarakat khususnya Tabanan yang terdampak tol sudah sepakat untuk dilakukan pembangunan. Bahkan sudah menyerahkan lahan pekarangan, rumah hingga pertanian mereka untuk dipatok-patok.

Sudah empat tahun lebih tidak ada kejelasan proyek tol Gilimanuk-Mengwi apakah dilanjut atau tidak proyek tol tersebut. Ini semakin dibuat masyarakat desa yang terdampak  kecewa dan bertanya-tanya.

Baca Juga: Sudah Lakukan Ground Breaking, Kelanjutan Proyek Tol Gilimanuk - Mengwi Malah Tak Jelas

Apakah benar pemerintah serius soal pembangunan tol atau apa sebenarnya yang terjadi dalam proyek ini sehingga tidak terlaksana sampai tahun 2023 hingga berakhir masa jabatan Gubernur Bali Wayan Koster.

“Sekarang ini warga terus bertanya-tanya kepada kami di desa, karena mereka anggap perwakilan di desa. Ada saja yang datang ke Kantor Desa warga bertanya kejelasan proyek tol,” ungkap Perbekel Desa Lalanglinggah, Selemadeg Barat I Nyoman Arnawa Jumat (22/9).

Ternyata banyak warga yang bertanya soal proyek tol yang tidak ada kejelasan sampai sekarang. Hampir sama yang terjadi juga pada perbekel-perbekel lainnya yang lahan warganya terdampak tol.

Baca Juga: Warga Terdampak Tol Gilimanuk-Mengwi Pasang Baliho, Gubernur Bali: Pembangunan Tol tetap Jalan

“Sehingga hari ini kami kumpul urun rembug dengan sejumlah perbekel terkait apa yang akan kami lakukan untuk kejelasan proyek tol ini. Karena sampai sekarang, informasi dari pemerintah tidak ada kapan kepastian akan dilakukan pembangunan,” tutur Arnawa ketika ditemui di Balai Kantor Desa Antosari.  

Setidaknya dalam pertemuan ini ada sekitar delapan orang perbekel yang hadir. Diantaranya dari Kecamatan Selemadeg Barat yakni Perbekel Desa Lalanglinggah, Perbekel Desa Lumbung, Perbekel Desa Bengkel Sari dan Perbekel Antosari. Kemudian Kecamatan Selemadeg perwakilan dari Perbekel Selemadeg dan Kecamatan Tabanan yakni Perbekel Desa Buahan, Desa Denbantas dan Desa Wanasari.

Arnawa menjelaskan sejatinya produk akhirnya dari proyek tol sudah jelas. Bahkan melalui proses panjang. Mulai dari tahapan sosialisasi kepada warga terdampak. Penentuan lokasi, hingga tahap akhir pemasangan patok lahan warga yang terdampak. Bahkan pemerintah melalui BPN sudah membuat Satgas A dan Satgas B. Tapi sampai dengan saat ini tidak ada kejelasan setelah patok-patok tersebut terpasang.

Baca Juga: Sisi Lain Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi (2) : Warga Merasa Resah dan Digantung Nasibnya

“Warga ini dibuat cemas, tanahnya yang dipasang potok mau cabut patok gak berani, mau menanam tidak berani juga. Termasuk pemukiman warga yang terdampak tol, rumah mau diperbaiki tidak berani. Itu logis dan terjadi pada semua warga saat ini,” jelas Arnawa.

Maka dari itu tujuan pihaknya berkumpul urun rembug mencari sebuah kepastian ini. Ini sudah bukan urusan setuju dengan tidak setuju soal tol.

“Tahapan itu sudah lewat, kenyataan sudah turun tim sosialisasi. warga sudah menandatangani berita acara yang lahan terdampak dan setuju. Yang dipertanyakan adalah Ini seperti apa kelanjutan proyek tolnya,” ucapnya.

Baca Juga: FRONTIER Bali Soroti Pembangunan Tol Gilimanuk – Mengwi, Sebut Beda Data

“Inti mencari kepastian, kelanjutan proyek tol. Ya atau tidak. Ya berlanjut seperti apa dan tidak dilanjutkan seperti. Karena setiap hari ada saja yang bertanya soal tol di desa kami kepada kami sebagai seorang perbekel. Mau jawab kami tidak tahu informasi,” sambungnya.

Nah khusus di Desa Lalanglinggah ada sekitar 400 SHM warga yang terkena dampak tol dan itu berada di 11 banjar dinas yang ada dengan jumlah ratusan KK terdampak.

Hal sama diakui oleh Perbekel Buahan, Tabanan I Gede Ari Wastika dia menyebut proyek tol ini sebenarnya sejak tahun 2019 sudah direncanakan oleh pemerintah. Begitu antusias warga saat itu mendukung untuk pembangunan. Kemudian pada saat pandemi sempat terhenti karena warga tahu kondisi ekonomi pemerintah.

Baca Juga: Tanahnya Kena Tol Gilimanuk-Mengwi, Gus Susena Nyatakan Menolak

Akan tetapi setelah pandemi Covid-19 berakhir, malah tidak ada kejelasan proyek tol tersebut sampai sekarang ini. Masyarakat yang terdampak rasanya terombang ambing. Dan selalu bertanya-tanya di desa terkait kelanjutan.

“Kami selaku perbekel tidak jawab jadi beban, dijawab tidak tahu informasi. Habis masyarakat bertanya kepada siapa yang terdekat ya kami di desa,” jelasnya.

Pihaknya berharap ada kejelasan dari pemerintah terkait pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi apakah dilakukan atau tidak. Dan sebenarnya apa kendala di lapangan sampai saat ini.

Baca Juga: Bergegas Lari Menuju Bus Agar Tak Tertinggal di Kawasan Central Parkir Kuta

Sekedar diketahui pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi direncanakan tuntas tahun 2028 mendatang. Dimana pengerjaan tol itu dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Tol Jagat Kerthi Bali. Dengan pembiayaan melalui konsorsium

Tol sepanjang 96,84 km perkiraan menghabiskan biaya investasi sebesar Rp 24,6 Triliun. Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi terbagi menjadi 3 Seksi. Dengan Seksi 1 Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 km, Seksi 2 Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 km dan Seksi 3 Soka-Mengwi sepanjang 18,9 km. 

Khusus wilayah Tabanan sendiri pembangunan jalan tol Mengwi-Gilimanuk  akan melintasi 22 Desa dengan 7 kecamatan di Tabanan yang menghabiskan lahan sekitar 1069,44 hektar. Tapi kini tidak ada kejelasan pembangunannya.***

Editor : M.Ridwan
#tabanan #pembebasan lahan #proyek tol #Tol Gilimanuk-Mengwi