Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kemarau, Kebutuhan Air Satwa Taman Nasional Bali Barat Disuplai Melalui Mobil Tangki

Muhammad Basir • Senin, 25 September 2023 | 05:00 WIB
KEKERINGAN: Sebuah mobil tangki menyuplai air di hutan Bali Barat untuk kebutuhan minum satwa.
KEKERINGAN: Sebuah mobil tangki menyuplai air di hutan Bali Barat untuk kebutuhan minum satwa.

NEGARA, radarbali.id - Musim kemarau yang menyebabkan kekeringan, juga dirasakan satwa di Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Satwa mengalami kesulitan air bersih sehingga harus diintervensi dengan penyediaan air oleh pengelola. Intervensi mensuplai air itu untuk menjaga keberlangsungan hidup satwa agar tidak mencari air ke pemukiman warga.

Kepala Balai TNBB Agus Ngurah Krisna Kepakisan mengatakan, musim kemarau yang terjadi memang membuat ketersedian air di dalam kawasan hutan menyusut. Kondisi ini terjadi setiap tahun, setiap musim kemarau.

"Karena sudah terjadi setiap musim kemarau seperti tahun -tahun sebelumnya, kami sudah sediakan bak air khusus satwa," jelasnya.

 Baca Juga: Duh! Gegara Status di WA, Mahasiswi Dikeroyok Sepupu dan Dua Paman Sendiri, Ternyata Masalahnya ini

Baik air untuk satwa itu disuplai air dalam seminggu dua kali untuk mencukupi kebutuhan air bagi satwa. Bak air untuk satwa itu berada di dalam kawasan yang bisa dijangkau satwa, terutama rusa dan burung jalak Bali.

Karena kekurangan air bersih, menjangan yang ada di Pulau Menjangan bahkan ada yang menyeberang laut ke kawasan Teluk Berumbun untuk mencari air minum. Begitu juga dengan burung jalak Bali yang merupakan endemik TNBB,  tidak jarang burung jalak Bali datang ke tempat penampungan air milik warga yang berdamping dengan hutan.

Tidak hanya datang ke tempat penampungan air di pemukiman warga. Burung jalak Bali juga sering datang ke kandang habituasi untuk makan dan mencari air. Setelah makan dan minum pada jam makan, kembali lagi ke dalam hutan.

Di dalam kawasan hutan TNBB ada sembilan bak satwa, seperti di kawasan semenanjung Perapat Agung. Sembilan bak satwa ini hanya untuk mencukupi kebutuhan air, karena untuk makan masih tersedia di dalam kawasan hutan.

"Kalau makan itu, sudah ada di dalam hutan. Makan tidak perlu disediakan agar satwa hidup alami di dalam kawasan hutan, mencari makan sendiri," ungkapnya.

Intervensi untuk pasokan air bagi satwa ini sebagai upaya untuk menjaga kelestarian hidup satwa di dalam kawasan hutan. "Ini bagian dari upaya kami untuk memudahkan satwa di dalam kawasan agar tetap lestari di musim kemarau. Karena air menjadi salah kebutuhan utama satwa," tegasnya.***

 

 

 

 

Editor : M.Ridwan
#satwa #kebutuhan air #mobil tangki #TNBB #taman nasional bali barat