DENPASAR, radarbali.id- Kebakaran di beberapa tempat pemrosesan akhir (TPA) di Bali terutama TPA Suwung, Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya meminta masyarakat untuk mengintensifkan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai salah satu upaya bersama dalam penanganan sampah di Bali.
Hal ini disampaikan Pj. Gubernur Bali usai Rapat Paripurna Ke-44 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2023 , di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, kemarin (18/10)
Menurut Sang Made Mahendra Jaya menambahkan dalam pengelolaan sampah berbasis sumber perlu adanya perubahan paradigma di tengah masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah yang dihasilkan. Baik sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga maupun sumber penghasil sampah lainnya serta dibarengi dengan penegakan hukum.
“Kita belajar dari kejadian terbakarnya TPA Suwung, kita tata kelola kembali pengelolaan sampah kita dengan mengintensifkan pengelolaan sampah berbasis dari sumber. Disamping kita optimalkan juga Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST),” imbuhnya.
Menangani polusi udara dampak terbakarnya TPA Suwung, Mahendra Jaya mengatakan Pemprov Bali telah berupaya melakukan penanganan kegiatan kemanusiaan seperti pembagian masker , vitamin serta menyiagakan puskesmas yang ada termasuk juga memberi bantuan khususnya bagi masyarakat sekitar yang terdampak.
Sementara itu, Selasa lalu (17/10) Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 pada Kementerian LHK RI, Rosa Vivien Ratnawati yang diterima Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana bersama Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Wilayah Jawa, Bali dan Nusra, Haryo Pambudi mengunjungi TPA Suwung.
Disela kunjungannya, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan kebakaran tidak menimpa TPA Suwung, 25 TPA di Indonesia mengalami musibah yang sama. Ia menyebutkan TPA Suwung mendapat perhatian khusus jajaran pemerintah pusat, khususnya Kementerian LHK Republik Indonesia. Hal ini mengingat Bali sangat identik dengan penyelenggara kegiatan besar baik secara nasional maupun internasional.
“Kami telah melakukan pemadaman api ini dengan berbagai cara, bahkan kami membawa Manggala Api dari Sulawesi Selatan, yang tentunya berpengalaman memadamkan api di TPA Makassar,” ujarnya.
Rosa Vivien mengimbau kepada semua pemerintah daerah yang memiliki TPA untuk menjaga betul TPA agar tidak terjadi kebakaran. Kedepannya, keberadaan gas metan didalam TPA harus terus dikelola dengan baik guna mengantisipasi terjadinya kebakaran. ***