DENPASAR, radarbali.id - Waspada kekeringan ekstrem diperkirakan masih berlanjut di November. Bali mengalami kekeringan ekstrem bahkan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Bali mengalami hari tanpa hujan yang lama, Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat tiga daerah mengalami hari tanpa hujan terlama berdasar update 31/10/2023. Tiga daerah tersebut menempati ranking teratas, yakni Kecamatan Kubu 121 hari, Kubutambahan 120 hari dan Gerokgak 115 hari, Kabupaten Buleleng.
Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin menerangkan semua kabupaten mengalami tidak turun hujan lebih dari 30 hari. Seperti Kabupaten Buleleng (Buleleng, Gerokgak, Kubutambahan, Sawan, Seririt, Tejakula).
Kabupaten Jembrana (Melaya, Pekutatan, Mendoyo, ), Kabupaten Tabanan (Kediri, Marga, Penebel, Kerambitan, Tabanan), Kabupaten Bangli (Bangli, Kintamani, Tembuku), Kabupaten Karangasem (Abang, Karangasem, Kubu), Kabupaten Badung (Kuta, Kuta Utara, Kuta Selatan, Mengwi), Kabupaten Klungkung (Dawan, Nusa Penida); Kabupaten Gianyar (Payangan, Sukawati, Blahbatuh, Tampaksiring, Ubud), Kota Denpasar (Denpasar Timur, Denpasar barat, Denpasar Selatan, Denpasar Utara)
"Kami sampaikan monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut Provinsi Bali 31 Oktober 2023. Secara umum HTH di Bali berada pada Kategori Masih Ada Hujan hingga Kategori Kekeringan Ekstrem (lebih dari 60 Hari Tidak Turun Hujan). Distribusi Curah Hujan di wilayah Bali secara umum antara 0 hingga 86.5 mm/dasarian," terang Rentin.
Perkiraan hujan terjadi awal November 1 hingga 10 November ada peluang hujan ringan hanya di beberapa daerah Seperti Tabanan, Badung, Karangasem, Gianyar, dan Bangli.
"Wilayah-wilayah dengan kategori potensi kekeringan waspada hingga awas," kata Rentin.
Daerah termasuk kategori awas, Buleleng di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Sawan, Kubutambahan. Karangasem di Kecamatan Kubu dan Karangasem. Badung di Kecamatan Kuta, Kuta Utara, Kuta Selatan. Selanjutnya di Denpasar : Kota Denpasar dan Klungkung di Kecamatan Nusa Penida.
Rentin mengimbau kepada masyarakat untuk waspadai potensi kekeringan dengan hemat penggunaan air bersih dan selalu update informasi cuaca dan iklim melalui kanal yang ada.***
Editor : M.Ridwan