Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali Menuju Net Zero Emission 2045, IESR Sustainable Energy 2023, Begini Skemanya

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Senin, 27 November 2023 | 06:18 WIB

 

ZERO CARBON: Kegiatan Sustainable Energy Bali (SE-Bali) 2023 pada Sabtu (25/11) hingga Minggu (26/11) di Trans Studio Mall, Denpasar.
ZERO CARBON: Kegiatan Sustainable Energy Bali (SE-Bali) 2023 pada Sabtu (25/11) hingga Minggu (26/11) di Trans Studio Mall, Denpasar.

DENPASAR, radarbali.id - Bali menuju Net Zero Emission 2045 atau Bali NZE 2045 terus digaungkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Selain pemerintah, berbagai pihak maupun komunitas pun turut melaksanakan strategi maupun kolaborasi dalam mewujudkan NZE 2045.

Salah satunya yakni melalui gelaran Sustainable Energy Bali (SE-Bali) 2023 pada Sabtu (25/11) hingga Minggu (26/11) yang diinisiasi oleh Institute for Essential Services Reform (IESR).

Kegiatan ini bertujuan mempromosikan penggunaan energi terbarukan, sekaligus mendorong kebersamaan untuk pencapaian target Bali NZE 2045.

 Baca Juga: Panel Surya Belum Digunakan Disemua Instansi Pemerintah, Wisatawan Sumbang Emisi Capai 64 Persen

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bali, Ida Bagus Setiawan dalam kesempatan ini menyampaikan bawa pencapaian Bali NZE 2045 merupakan pekerjaan bersama. Pemprov Bali pun sudah melakukan MoU dengan IESR guna mempercepat NZE 2045.

"Kita mendorong nantinya Bali NZE 2045, Nusa Penida duluan kita garap karena di sana isolated. Jadi acara ini bagian dari proses edukasi dengan melibatkan berbagai stakeholder," tuturnya.

Ia pun menyarankan agar tidak hanya di ibukota provinsi, tetapi juga menyasar ke kabupaten lainnya di Bali melalui roadshow.

Hal ini juga sebagai upaya mengakselerasi penggunaan energi terbarukan, dengan mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM) terkait pemahaman individu tentang pentingnya pengurangan emisi hingga meningkatkan kemampuan siswa SMK. Sehingga nantinya mereka dapat terserap di lapangan pekerjaan hijau.

"Tugas kami di pemerintah untuk yang sesama pemerintah. Minggu depan kita akan mengundang tim pembangunan masing-masing kabupaten/kota untuk duduk bareng menyamakan frekuensi persepsi bagaimana strategi menuju Bali NZE 2045," sambungnya.

Terkait dengan Nusa Penida, Ketua Center of Excellence Community of Based Renewable Energy (CORE) Universitas Udayana, Prof. Ida Ayu Dwi Giriantari ungkap Nusa Penida memang menjadi daerah yang lebih awal untuk mencapai net zero dalam program Bali NZE 2045. Bahkan langkah ini ditargetkan 100 persen energi terbarukan pada 2030.

 Baca Juga: Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Tambah Dua Rute Baru Penerbangan Domestik, Cek Tujuan Mana?

Menurutnya, pencapaian target tersebut merupakan langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan dan keseimbangan ekosistem.

"Kami sangat percaya bahwa potensi energi terbarukan, seperti surya, angin, dan hidro, dapat dimaksimalkan untuk mencapai keberlanjutan lingkungan,” ujarnya. 

Didukung juga dengan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid di Nusa Penida dengan kapasitas 3,5 Megawatt peak (MWp). Untuk diketahui, PLTS ini terletak di lahan seluas 4,5 hektar, yang tak hanya sebagai sumber energi yang bersih dan berkelanjutan, tetapi juga memiliki potensi sebagai destinasi ekowisata yang menarik di Bali.

 Baca Juga: Dukung Net Zero Carbon, BBPOM di Denpasar Tanam 1.000 Bibit Mangrove

Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa. Menurutnya, pencapaian target Bali NZE 2045 akan berpengaruh dalam peningkatan ekonomi yang berkelanjutan, terutama di sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung Bali.

Dirinya optimis bahwa Bali akan mampu mencapai target NZE yang lebih cepat 15 tahun dari target nasional.

Pertama karena budaya Bali yang sangat erat dalam menjaga keselarasan hidup dengan alam. Kedua, ia melihat pemerintah di Bali yang mempunyai semangat untuk menjadikan Bali lestari dengan energi berkelanjutan.

"Ketiga, pemanfaatan energi terbarukan akan menjadikan Bali lebih menarik untuk dikunjungi wisatawan seiring dengan meningkatnya kesadaran dunia untuk mengatasi krisis iklim,” paparnya. ***

 

Editor : M.Ridwan
#nze 2045 #Net Zero Emission #sustainable energy #bali