Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh! Imbas Maraknya Prostitusi Online, HIV/AIDS di Bali Bakal Semakin Sulit Dibendung

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 3 Desember 2023 | 02:05 WIB
Ilustrasi: prostitusi online (Rickey Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
Ilustrasi: prostitusi online (Rickey Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

DENPASARRadar Bali.id-  Tanggal 1 Desember adalah Hari AIDS Sedunia biasanya  dirayakan oleh komunitas peduli HIV/AIDS. Melihat kasus terus bertambah dari tahun ke tahun, khususnya Denpasar.

Pengidap HIV/AIDS tidak memandang usia, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai penyakit menular ini. Terlebih, teknologi semakin canggih prostitusi online tak bisa dibendung sehingga menjadi pemicu penularan yang semakin tinggi. 

Hal itu disampaikan oleh Pengelolaan Yayasan Kerti Praja (YKP), Dewa Nyoman Suyetna mengatakan di tempatnya ada seribu yang mengkonsumsi obat Antiretroviral (ARV), sedangkan di Denpasar 6.000 orang.

Ia heran kasus terus meninggi tak bisa ditekan. Terakhir ia menerima pasien anak SMA  17 tahun belum mengantongi KTP positif. 

Beberapa hari lalu juga pihak melakukan tes untuk orang yang berisiko sebanyak 114 di kawasan Denpasar dan ditemukan 5 positif. 

"Naiknya terus tinggi, tidak bisa ditekan. Satu bulan kantor saya. ketemu yang positif kebanyakan laki-laki karena media sosial cari pasangan. muda-muda, ada yang usia 17 tahun belum punya KTP," ucap Dewa Suyetna saat ditemui pada acara peringatan  Hari AIDS Sedunia dukungan AHF, Yayasan Kerti Praja, dan Kementerian Sosial RI dengan tema.

“Bergerak Bersama Komunitas, akhiri AIDS 2030  diselenggarakan  di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung atau Lapangan Puputan” Jumat (1/12/2023). 

Dewa Suyetna berharap masyarakat lebih mengerti dan menyadari untuk lebih melindungi diri.  Tidak melakukan diskriminasi bagi pengidap HIV/AIDS. 

Sementara Kadis Kesehatan Denpasar, dr. A.A. Ayu Candrawati,  didampingi Sekretaris Dinkes, Tri Indarti menyampaikan Kasus HIV dari tahun ke tahun masih mengalami peningkatan.

Sampai September 2023 Kasus HIV di Kota Denpasar telah tercatat 15.406 orang. Penularan terbanyak melalui heteroseksual tercatat 11.026 orang atau sekitar 71,57 persen, kemudian homoseksual 3.094 orang sekitar 20,08 persen dan penggunaan narkoba suntik sebanyak 632 orang sekitar 4,1 persen.

Sedangkan menurut golongan umur terbanyak pada usia 20 -29 Tahun sekitar 37,5 persen, 30-39 tahun sekitar 33,8 persen.
"Berbagai langkah terus dilakukan dalam upaya pengendalian HIV AIDS yakni Membangun kemitraan strategis multipihak seperti lembaga pemerintah, dunia usaha, sektor swasta, organisasi profesi, Organisasi Masyarakat media dan komunitas Sipil," ujarnya. 

Pada acara peringatan tersebut juga membuka tes HIV/AIDS pada pagi kemarin. Layanan itu dimanfaatkan beberapa masyarakat yang sedang beraktivitas di Lapangan Puputan Badung. Kata Dewa Suyetna mereka yang melakukan tes bukan orang yang berisiko. 

Acara itu diselenggarakan Healthcare Foundation (AHF) Indonesia mengingatkan jika dunia belum selesai berjuang melawan HIV/AIDS saat kita merayakannya pada 1 Desember 2023. [*]

Editor : Hari Puspita
#HIV/AIDS #prostitusi online