Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Warning! Banjir Bandang dan Tanah Longsor, Potensi 8 Kabupaten Longsor dan 4 Kabupaten Banjir Bandang

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 5 Desember 2023 | 16:00 WIB
TEERGENANG: BPBD Bali mengeluarkan warning waspada bencana banjir dan longsor d musim hujan ini.
TEERGENANG: BPBD Bali mengeluarkan warning waspada bencana banjir dan longsor d musim hujan ini.

DENPASARradarbali.id  Curah hujan tinggi  beberapa hari ini mengakibatkan bencana tanah longsor, banjir lumpur dan pohon tumbang. Seperti hujan tengah malam Senin (4/12) hujan tumbang di Jalan Tantular, Renon hingga menutupi jalan. 

Pohon  tumbang di Denpasar kemarin terjadi pukul 04.00  sehingga tiang listrik  hampir roboh, dan juga mengenai atap tempat suci bale bengong Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali.  Kalaksa BPBD Denpasar, Ida Bagus Joni Arimbawa  menerangkan pohon tersebut ukuran  diameter 1,5 meter.  Hujan lebat semalaman dan juga kondisi pohon yang rantingnya lebat.

"Tiang listrik hampir roboh, tempat suci bale bengong Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali kena atapnya," jelasnya. 

 Baca Juga: Diguyur Hujan Semalam, Sejumlah Titik di Klungkung Dilanda Bencana Tanah Longsor dan Pohon Tumbang

Dikonfirmasi dengan Kalaksa BPBD Bali, I Made Rentin mengingatkan masyarakat untuk selalu hati hati. Sebab, ada beberapa wilayah yang berpotensi banjir bandang dan longsor. Potensi   banjir bandang di  4 kabupaten dan 17 kecamatan di Provinsi Bali. Delapan kabupaten rawan tanah longsor dari kategori menengah hingga tinggi. 

Empat kabupaten rawan banjir bandang  tersebut, yakni  1. Kabupaten Buleleng : 4 kecamatan ( Banjar, Busungbiu, Gerokgak, dan Seririt); 2. Kabupaten Karangasem : delapan kecamatan ( Abang, Bebandem, Karangasem, Kubu, Manggis, Rendang, Selat, dan Sidemen); 3. Kabupaten Klungkung ada dua  2 kecamatan (Kecamatan Dawan dan Kecamatan Klungkung); 4. Kabupaten Tabanan ada tiga  kecamatan ( Kerambitan, Penebel, dan  Selemadeg Timur).

Potensi gerakan tanah atau tanah longsor  ada yang menengah hingga tinggi.  Badan Geologi Kementerian ESDM  mengatakan ada delapan  kabupaten di Bali berpotensi longsor dengan kategori Menengah-Tinggi.

"Wilayah rawan longsor di Bali berdasar katalog wilayah rawan bencana yang dikeluarkan BNPB terdiri dari  39 desa/kelurahan dengan kategori tinggi dan 324 desa/kelurahan dengan kategori sedang yang tersebar di delapan kabupaten," jelasnya. 

Dari akhir november hingga awal Desember telah terjadi bencana tanah longsor, banjir dan pohon tumbang di beberapa titik di Provinsi Bali  terjadi  tanah longsor, banjir lumpur, dan pohon tumbang. Tanah longsor  di Banjar Jehem Kelod, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli pada Kamis malam (30/11) mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu  rumah rusak berat. 

Kemudian, terjadi  tanah longsor di Dusun Kampung Anyar, Desa Bukit, Kecamatan  Karangasem mengakibatkan bangunan  tertimbun pada Minggu malam (03/12) mengakibatkan satu orang  meninggal dunia dan dua orang luka; Selain itu, juga terjadi  tanah longsor menutup akses jalan dengan ketebalan material longsor hingga 1 meter di Desa Sebatu,Kecamatan Tegallalang,  Gianyar pada jumat (01/12);

 Baca Juga: Mengunjungi Perpustakaan Boks Kontainer di Taman Janggan: Koleksi 300 Buku, Berharap Minat Baca Meningkat

Di lain sisi,  Banjir lumpur di Banjar Dinas Beten Waru, Desa Tianyar, Kec. Kubu, Karangasem pada Jumat(01/12) mengakibatkan lumpur menutup jalan umum namun masih dapat dilalui kendaraan. Juga  terjadi pohon tumbang sejak Senin (27/11) hingga Senin (04/12) yang menghalangi akses jalan terjadi di 6 titik di Kabupaten Karangasem, 5 titik di Kabupaten  Gianyar, 2 titik di Kabupaten Tabanan dan 2 titik di Kota Denpasar.

 

"Kami harap masyarakat waspada daerah rawan banjir dan longsor. Saat bepergian waspadai daerah banjir atau longsor dengan memperhatikan rambu-rambu rawan bencana di daerah yang dilalui. Dan juga ingat membersihkan saluran air untuk mencegah banjir," harapnya. ***

 

Editor : M.Ridwan
#Rentin #BPBD Bali #longsor