DENPASAR, radarbali.id - Curah hujan tinggi beberapa hari ini mengakibatkan bencana tanah longsor, banjir lumpur dan pohon tumbang. Seperti hujan tengah malam Senin (4/12) hujan tumbang di Jalan Tantular, Renon hingga menutupi jalan.
Pohon tumbang di Denpasar kemarin terjadi pukul 04.00 sehingga tiang listrik hampir roboh, dan juga mengenai atap tempat suci bale bengong Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali. Kalaksa BPBD Denpasar, Ida Bagus Joni Arimbawa menerangkan pohon tersebut ukuran diameter 1,5 meter. Hujan lebat semalaman dan juga kondisi pohon yang rantingnya lebat.
"Tiang listrik hampir roboh, tempat suci bale bengong Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali kena atapnya," jelasnya.
Baca Juga: Diguyur Hujan Semalam, Sejumlah Titik di Klungkung Dilanda Bencana Tanah Longsor dan Pohon Tumbang
Dikonfirmasi dengan Kalaksa BPBD Bali, I Made Rentin mengingatkan masyarakat untuk selalu hati hati. Sebab, ada beberapa wilayah yang berpotensi banjir bandang dan longsor. Potensi banjir bandang di 4 kabupaten dan 17 kecamatan di Provinsi Bali. Delapan kabupaten rawan tanah longsor dari kategori menengah hingga tinggi.
Empat kabupaten rawan banjir bandang tersebut, yakni 1. Kabupaten Buleleng : 4 kecamatan ( Banjar, Busungbiu, Gerokgak, dan Seririt); 2. Kabupaten Karangasem : delapan kecamatan ( Abang, Bebandem, Karangasem, Kubu, Manggis, Rendang, Selat, dan Sidemen); 3. Kabupaten Klungkung ada dua 2 kecamatan (Kecamatan Dawan dan Kecamatan Klungkung); 4. Kabupaten Tabanan ada tiga kecamatan ( Kerambitan, Penebel, dan Selemadeg Timur).
Potensi gerakan tanah atau tanah longsor ada yang menengah hingga tinggi. Badan Geologi Kementerian ESDM mengatakan ada delapan kabupaten di Bali berpotensi longsor dengan kategori Menengah-Tinggi.
"Wilayah rawan longsor di Bali berdasar katalog wilayah rawan bencana yang dikeluarkan BNPB terdiri dari 39 desa/kelurahan dengan kategori tinggi dan 324 desa/kelurahan dengan kategori sedang yang tersebar di delapan kabupaten," jelasnya.
Dari akhir november hingga awal Desember telah terjadi bencana tanah longsor, banjir dan pohon tumbang di beberapa titik di Provinsi Bali terjadi tanah longsor, banjir lumpur, dan pohon tumbang. Tanah longsor di Banjar Jehem Kelod, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli pada Kamis malam (30/11) mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu rumah rusak berat.
Kemudian, terjadi tanah longsor di Dusun Kampung Anyar, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem mengakibatkan bangunan tertimbun pada Minggu malam (03/12) mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang luka; Selain itu, juga terjadi tanah longsor menutup akses jalan dengan ketebalan material longsor hingga 1 meter di Desa Sebatu,Kecamatan Tegallalang, Gianyar pada jumat (01/12);
Di lain sisi, Banjir lumpur di Banjar Dinas Beten Waru, Desa Tianyar, Kec. Kubu, Karangasem pada Jumat(01/12) mengakibatkan lumpur menutup jalan umum namun masih dapat dilalui kendaraan. Juga terjadi pohon tumbang sejak Senin (27/11) hingga Senin (04/12) yang menghalangi akses jalan terjadi di 6 titik di Kabupaten Karangasem, 5 titik di Kabupaten Gianyar, 2 titik di Kabupaten Tabanan dan 2 titik di Kota Denpasar.
"Kami harap masyarakat waspada daerah rawan banjir dan longsor. Saat bepergian waspadai daerah banjir atau longsor dengan memperhatikan rambu-rambu rawan bencana di daerah yang dilalui. Dan juga ingat membersihkan saluran air untuk mencegah banjir," harapnya. ***
Editor : M.Ridwan