DENPASAR, radarbali.id - Era digital memberikan banyak dampak positif. Tetapi juga menimbulkan dampak negatif. Sebab, Polda Bali endus aksi penipuan dalam tahun Politik. Masyarakat waspada Aplikasi (APK) iberi nama PPS Pemilu 2024.
Jika ketika dibuka (klik), memungkinkan semua data akan hilang dan bahkan bisa melenyapkan saldo di Mobile Banking. Imbauan ini disampaikan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan angkat Bicara, Selasa (5/12).
Amankan pelaksanaan Pemilu (Pemilihan Umum) secara serentak Tahun 2024 di Bali, Kepolsiian Daerah Bali (Polda Bali) gelar operasi kepolisian dengan sandi Operasi Mantap Brata (OMB) Agung-2023/2024. Karena itu, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati dengan modus penipuan baru.
Baca Juga: Gress! Polda Bali Segera Tindak Kasus yang Libatkan Mantan Bupati Gianyar Agus Mahayastra, Begini Kasusnya
Sebelumnya, diketahui sempat marak penipuan online melalui WhatsApp dengan berbentuk Aplikasi (APK) berjudul undangan pernikahan. Menjelang tahun politik 2024, kembali beredar modus penipuan baru untuk meretas HP atau Smartphone. Modus penipuan baru ini disebar melalui WhatsApp, baik secara chat pribadi maupun melalui grup.
Informasi ini mulai ramai beredar di grup-grup WhatsApp, yang mana memperlihatkan oknum penipu menyebarkan pesan berbentuk Aplikas (APK). "Ya, APK ini diberi nama PPS Pemilu 2024, yang mana ketika dibuka, maka HP atau Smartphone akan otomatis diretas, sehingga memungkinkan semua data akan hilang dan bahkan bisa melenyapkan saldo di Mobile Banking," kisahnya.
Di jelaskan, apabila ada yang mengirim pesan APK PPS Pemilu 2024, ini sama seperti apk undangan pernikahan sebeljmnya, agar jangan diklik. "Dengan adanya informasi ini, masyarakat diharapkan untuk lebih waspada ketika menerima Aplikasi/APK berjudul PPS Pemilu 2024," pinta Kabid Humas Polda Bali.***