Menjelang tahun baru yang diwaspadai di kawasan objek pariwisata. Berakhir tahun dengan nyaman menjadi semakin sulit, karena harus “berdamai” dan menerima kenyataan macet yang menjengkelkan.
INI sebetulnya sudah menjadi tradisi. Jika merujuk data Nataru 2023 lalu, jumlah penumpang dan kendaraan yang masuk ke Bali tahun ini semakin meningkat.
Seperti di Pelabuhan Gilimanuk, jumlah kendaraan tahun 2022 yang masuk ke Bali 39.588 dan jumlah penumpang 166.151.
“Kemacetan di jalan tidak terlalu namun bisa diatasi dengan baik oleh tim. Koordinasi kami berjalan dengan baik bersama Dishub kabupaten/kota," ujarnya.
Di lain sisi, dikonfirmasi dengan Kadishub Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma memaparkan titik-titik macet dampak dari liburan Nataru.
Seperti di Simpang Nirmala,Kuta Selatan. Kemudian, di Jalan By Pass Ngurah Rai ruas jalan Patung Dewa Ruci karena dekat dengan toko oleh-oleh Bali.
Kemacetan di Jalan Pantai Kuta karena ada lonjakan kunjungan wisata, dan Jalan Raya Canggu-Tanah Lot karena penambahan volume kendaraan libur Nataru 2024 ini melonjak.
Dikatakan kemacetan tersebut diakibatkan oleh penambahan volume kendaraan di ruas jalan tersebut akibat libur Natal dan tahun Baru. Kemacetan ini juga rutin terjadi setiap menjelang tahun baru.
"Ditambah lagi usaha-usaha oleh-oleh di ruas jalan tersebut yang parkirnya tidak menampung kendaraan dan adanya kendaraan keluar masuk pengunjung. Hal tersebut juga mengakibatkan terjadinya tundaan lalu lintas di jalan," katanya.
Dishub Badung melakukan penjagaan khusus di jalan pantai bersama pihak kepolisian. Dishub membantu kepolisian untuk penjagaan dan pengaturan dengan menugaskan petugas di beberapa simpang menuju destinasi wisata.
Sedangkan kewenangan penindakan adalah kewenangan Kepolisian, termasuk tindakan memberikan sanksi karena pelanggaran lalu lintas.
“Kami bantu personel dan kendaraan apabila diperlukan seperti itu (menderek) rekan kepolisian akan koordinasi dengan Dishub, untuk maklum Dishub hanya kebijakan sedangkan tindakan ada di rekan kepolisian,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita