DENPASAR, radarbali.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali melakukan audiensi dengan Kapolda Bali Irjenpol Ida Bagus Kade Putra Narendra.
Kapolda didampingi oleh Direktur Intekam Polda Bali Kombespol. Mohamad Ridwan, dan Kabid Propam Polda Bali Kombespol I Ketut Agus Kusmayadi di Ruang Tamu Kapolda Bali, Kamis (11/1).
Selain menjalin silahturahmi dengan Kapolda Bali, dalam pertemuan itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bali Drs. H. Mahrusun Hadiyono bersama rombongan menyikapi beberapa peristiwa dan insiden sosial politik keumatan terkini di Bali.
Kedepannya juga, Ketua MUI Provinsi Bali ini mengharapkan Polda Bali ikut aktif menyosialisasikan pentingnya saling menghormati keberagaman di Pulau Bali.
"Sehingga hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan antara suku, ras, dan agama yang dapat diantisipasi lebih awal,” tutupnya.
Menanggapi hal tersebut, Irjenpol Ida Bagus Kade Putra Narendra, menyampaikan, kedepannya tali silahturahmi dan komunikasi yang sudah terjalin selama ini antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali dengan Polda Bali beserta Jajaran bisa terus berlangsung dengan baik.
Baca Juga: Gelar Kompetisi Anchor, Pertamina Kembali Suarakan Isu Lingkungan dan Perubahan Iklim
Terkait beberapa hal yang berkaitan dengan pernyataan dari salah satu Tokoh Hindu Bali seperti yang disampaikan oleh Ketua MUI Provinsi Bali, Jenderal Bintang Dua ini menyampaikan bahwa akan menindaklanjutinya.
Pihaknya kata Kapolda, akan menindaklanjuti apabila ada hukum yang dilanggar akan diproses sesuai dengan prosedur dan perundang-undangan yang berlaku.
"Apabila tidak ada hukum yang dilanggar maka kami akan membantu menengahi dan memediasi dari pihak pihak yang merasa dirugikan,” ungkap Kapolda.
Baca Juga: Bawaslu Jembrana: Pemilih di TPS Rutan Berpotensi Kehilangan Hak Pilih
Polda Bali selalu mendorong masyarakat luas, tentang bagaimana menjaga Kebinekaan di Pulau Bali, termasuk menghargai keberagaman yang ada. "Sehingga kedepannya tidak ada lagi hal-hal yang bisa memicu pertikaian antar Suku, Ras, dan Agama yang ada, khususnya di Pulau Bali ini," tegasnya. ***