Tegas! Pegawai Bea Cukai Pangeran dan Nia Dicopot dan Tak Lagi Bertugas di Bandara Ngurah Rai
Andre Sulla• Jumat, 12 Januari 2024 | 22:34 WIB
DICOPOT: Staf custom Bea Cukai Bandara Ngurah Rai Pangeran dan Nia sudah dicopot dari tugasnya di bandara Ngurah Rai.
DENPASAR, radarbali.id - Dua staf Custom Bea Cukai Bandara Ngurah Rai, sapaan Pangeran dan Nia dicopot dari tugas. Keduanya kena "tendang" oleh Pimpinan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bali -Nusra Jalan Airport Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung.
Kini, mereka tidak lagi bertugas kantor pelayanan dan pengawasan di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Akibat kesewenang-wenangan dan tidak sopan santun dalam memberikan pelayanan dalam tugas, dua staf custum Bea Cukai Bandara Ngurah Rai, sapaan Pangeran dan Nia, telah mendapatkan tindak tegas dari intensi dibawah naungan Kementerian Keuangan RI.
Bahkan sebelumnya Senator asal Bali Arya Wedakarna (AWK) ikut menyikapi tindakan yang kurang menyenangkan dilakukan dua petugas Bea Cukai.
Seperti informasi yang di terima Jawa Pos Radar Bali, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bali -Nusra Jalan Airport Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung telah mengeluarkan surat resmi, yang merupakan hasil penanganan pengaduan masyarakat, 6 Januari 2024.
Bahwa telah melakukan serangkaian penanganan. "Melakukan pembinaan kepada Petugas bersangkutan dan sudah tidak ditugaskan di Bandara," kutip dalam Surat dengan kop resmi DJBC Bali-Nusra.
Dan dalam Surat dengan tembusan kepada Direktur Kepatuhan Internal dan Kepala Kanwil DJBC Bali-Nusra itu, terdapat beberapa poin diantaranya, memperbaiki mekanisme komunikasi antar petugas di terminal kedatangan, mengagendakan penyegaran teknis pemeriksaan penumpang dan standar layanan publik bagi para petugas di bandara pada Januari 2024.
Juga menyempurnakan panduan pemeriksaan barang penumpang dan pedoman kerja bagi pemeriksa di lapangan.
"Kami memohon maaf apabila dalam pelaksanaan tugas pengawasan dan pelayanan telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi MRA beserta rombongan," begitu bunyinya.
Yang dilakukan tersebut semata-mata karena untuk menjalankan tugas, dan fungsi sebagai revenue collector sekaligus community protector.
Dikonfirmasi terpisah, MRA sebagai pengadu enggan berbicara banyak. Ia hanya menyampaikan bahwa akan berkoordinasi dengan pihak Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Bali.
"Benar, tapi saya akan koordinasi dengan Ombudsman dulu ya," singkatnya, Kamis (11/1/2024).
Lalu, terkait di mana tempat tugas dua petugas ini, Humas BC Ngurah Rai Bowo Pramoedito belum merespon konfirmasi media.
Seperti berita sebelumnya, kinerja staf custum Bea Cukai Bandara Ngurah Rai sapaan Pangeran dan Nia menjadi sorotan.
Ada yang mengalami perbuatan tidak menyenangkan dari dua oknum custum Bea Cukai, di terminal Kedatangan Internasional, Minggu 17 Desember 2023 sekitar pukul 22.00. Dua petugas ini telah diadukan ke Ombudsman Bali, Kepala Bea Cukai RI, dan Bali, juga Kepala Agkasa Pura Bali.
Permasalahan ini bermula ketika MRA bersama rombongan keluarga dari Kualalumpur menumpangi pesawat Batik Air, dan kembali ke Bali, Minggu 17 Desember 2023 sekitar pukul 21.00.
Begitu usai scan barcode ECD Bea Cukai, petugas secara mendadak memanggil rombongan. Dari ratusan penumpang pesawat, hanya mereka saja yang dipanggil.
Lalu rombongan dan barang bawaan diarahkan ke X Rrai bagasi. Walaupun demikian, rombongan ini kooperatif.
Setelah pengecekan X Rai, tidak ada alram yang menunjukan bahwa ada barang mencurigakan. Dengan tidak sopan santun dalam memberikan pelayanan, kedua petugas ini terkesan diduga mencari-cari kesalahan rombongan selama hampir 1 jam.***