DENPASAR,radarbali.id – Kebhinekaan dan keberagaman dalam ranah NKRI sudah final. Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali menggelar Dialog Kebhinekaan di Gedung DPD RI Denpasar pada Ahad, 14 Januari 2024.
Dihadiri oleh pimpinan organisasi kepemudaan tingkat provinsi, remaja masjid Se-Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, dan perwakilan OSIS SMA/SMK/MA Islam Se-Kota Denpasar
Ketua Umum MUI Provinsi Bali, Drs. H. Mahrusun Hadyono M.Pdi menyampaikan sambutannya bahwa pemuda sebagai tulang punggung negara, harus memahami konteks perbedaan dan merajutnya dalam bingkai persatuan.
Baca Juga: Wujudkan Layanan Berkelanjutan, BSI Buka Kantor Cabang Pembantu (KCP) Jakarta Telkom
Hal ini tegas Mahrusun, selaras dengan seruan dalam Al Quran. Yaitu menjaga dan merajut persatuan dan kesatuan untuk kebaikan.
Dalam konteks keberagaman kebhinekaan di Indonesia, penting mencatat bahwa kebhinekaan sebagai salah satu komponen dalam pilar bangsa.
Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Provinsi Bali, Hajah Rahmani menegaskan juga bahwa sebagai pemuda harus mempunyai pola pikir yang maju, meningkatkan keimanan dan juga kualitas maupun kualitas dari diri dalam menghadapi masa depan bangsa.
Baca Juga: Nah! Transaksi Narkoba di Gudang Ayam, Ditemukan 26 Paket Sabu-Sabu, Ternyata Ini Biangnya
Ia berharap melalui kegiatan ini, selain silaturahim juga terjalin kesepahaman visi berbangsa dan bernegara di kalangan organisasi kepemudaan, remaja masjid maupun organisasi sekolah di provinsi Bali.
Menariknya, dialog menempatkan anggota Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga MUI Provinsi Bali Khairul Mahfudz, Zainal Abidin selaku Ketua Umum Pemuda ICMI Provinsi Bali.
Khairul Mahfudz menyoroti urgensi keterlibatan pemuda dalam mempererat kehidupan berbhineka tunggal Ika. Sementara Zainal Abidin mempresentasikan kontribusi pemuda dalam kehidupan bermasyarakat di Provinsi Bali.
Baca Juga: Bertemu Kapolda, MUI Bali Dorong Proses Laporan Dugaan Pelanggaran Hukum AWK karena ini
Di ujung acara di akhiri dengan deklarasi komitmen berbhineka tunggal Ika.
Deklarasi ini merupakan kesepakatan dan sekaligus menegaskan komitmen bersama elemen kepemudaan tentang pentingnya persatuan, toleransi, dan keberagaman di Bali tanpa memandang suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).
Pemuda-Pemudi Islam Bali menolak rasisme, diskriminasi, dan intoleransi, mengajak semua lapisan masyarakat untuk memperkokoh persaudaraan, menjaga keamanan, dan ketertiban nasional.
Baca Juga: Muliakan Lingkungan, LPLH-SDA MUI Bali Sinergi Aktivis Lingkungan Bersih Sampah di Mangrove
Deklarasi Kebhinekaan
"Bhineka Tunggal Ika adalah pernyataan jiwa bangsa Indonesia, meneguhkan kesatuan dan persatuan. Merawat persatuan dan kebhinekaan adalah tanggung jawab kita sebagai anak bangsa. Kami Pemuda-Pemudi Islam Bali bersatu dalam menjunjung tinggi persatuan, toleransi, dan keberagaman di Bali, tanpa memandang perbedaan SARA. Kami menolak rasisme, diskriminasi, dan intoleransi, mengajak semua untuk mengeratkan persatuan, memperkokoh persaudaraan, serta menjaga keamanan dan ketertiban nasional."
Kent Renaldo dari Peemuda ICMI mengatakan, agenda ini sangat penting. “Sebab dari sinilah pemuda-pemuda ini kita bersatu dan dengan adanya deklarasi tersebut kita semakin kuat semangat bersatu,” ungkap Kent.
Fendi ketua perkumpulan remaja masjid se- Kota Denpasar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang dapat mengumpulkan unsur pemuda di level provinsi.
Baca Juga: Pasutri Dikunci di Kamar, Sepeda Motor Raib, Begini Kronologinya
“Kita berharap acara ini tidak hanya sekarang saja, lebih baik jika dilakukan secara rutin, penting untuk memupuk persatuan dalam kebhinekaan,” kata Fendi. ***
Editor : M.Ridwan