DENPASAR, radarbali.id -Sebanyak 80 siswa se- Bali akan mengikuti pelatihan jurnalistik di Graha Yowana Suci (GYS) Jalan Hasanuddin, Denpasar Sabtu, 20 Januari 2024.
Mereka sangat antusias belajar menulis dan juga menjadi bagian gerakan literasi di tengah maraknya disinformasi. Semangat mereka tampak saat Technical Meeting (TM) bersama panitia dan juga juri melalui virtual.
Ketua Panitia Acara Djoko Heru mengucapkan terima kasih atas antusias para siswa yang luar biasa di luar dugaan. Saking banyak yang mendaftar pendaftaran diperpanjang dan juga dibatasi karena sudah melebihi kuota.
"Ada peserta dari luar Bali yaitu Gresik Jawa Timur karena wilayahnya beda provinsi dia tidak bisa ikut," kata Djoko.
Djoko menyampaikan era digital ini, tak menyurutkan anak-anak belajar menulis. Tapi, menulis sangatlah penting, bukan saja untuk jurnalis tapi bagi mereka yang ingin bekerja menjadi penulis atau yang sedang naik daun menjadi content creator.
"Gempuran era medsos ini, antusias adik-adik peserta Kompetisi Jurnalistik Pelajar SMA/Sederajat 2024 luar biasa. Bahkan, ada salah seorang peserta dari Gresik, Jatim, nekat mendaftar, meski akhirnya kami diskualifikasi," pungkasnya.
Selain pelatihan tapi juga sekaligus lomba. Kompetisi Jurnalistik SMA/Sederajat 2024 ini, dimaksudkan sebagai ajang pencarian bakat dan melahirkan jurnalis, serta mampu meningkatkan daya tarik pelajar di bidang menulis berita.
"Dengan diadakan kompetisi ini, diharapkan pelajar punya pengalaman terjun ke lapangan untuk meliput dan membuat berita dengan mengadopsi 5W 1H (what, who, when, why,
where, dan how). Yakni, unsur; apa, siapa, kapan, mengapa, di mana, dan bagaimana," beber Pria yang Pimred Jawa Pos Radar Bali.
Kategori kompetisi hard news (maks 500 kata) dan feature (maks 700 kata) dengan tema Merdeka Belajar, Sekolah Penggerak dan Memilah Sampah dari Sumber.***
Editor : M.Ridwan