Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pelatihan dan Kompetisi Jurnalistik Jawa Pos Radar Bali Digelar, Pacu Literasi Pelajar di Tengah Pesatnya Digitalisasi

Ni Kadek Novi Febriani • Sabtu, 20 Januari 2024 | 06:43 WIB
VENUE: Graha Yowana Suci di simpang Hasanudin ini menjadi tempat pelatihan dan kompetisi jurnalistik Jawa Pos Radar Bali pada Sabtu 20 Januari 2024.
VENUE: Graha Yowana Suci di simpang Hasanudin ini menjadi tempat pelatihan dan kompetisi jurnalistik Jawa Pos Radar Bali pada Sabtu 20 Januari 2024.

DENPASAR,radarbali.id – Sebanyak 80 pelajar se-Bali mengikuti pelatihan jurnalistik Jawa Pos Radar Bali di Graha Yowana Suci (GYS) Jalan Hasanuddin, Denpasar Sabtu (20/1) pukul 08.00. Graha Yowana Suci adalah ruang temu ekonomi kreatif pemuda, cocok menjadi kegiatan anak muda mengembangkan kreativitas.

Untuk kata sambutan, dari Direktur Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar dan pemimpin redaksi (pemred) Jawa Pos Radar Bali.

Kemudian, materi pelatihan kali ini terbagi menjadi dua sesi. Yakni sesi hard news dibawakan oleh Muhamad Ridwan selaku pemred radarbali.id. Kemudian materi feature diberikan oleh Hari Puspita selaku redaktur radarbali.id.

Hari Puspita salah satu pembicara yang akan memberikan pemaparan tentang feature news  menyampaikan pelaksanaan jurnalistik ini penting di tengah industri media dan kekacauan jurnalisme dalam era percepatan teknologi digital saat ini. 

Antusiasme  anak-anak muda terhadap jurnalisme di Bali masih cukup tinggi di tingkat pendidikan SMA  dan yang sederajat. “Semoga bisa membawa manfaat bagi jurnalisme ke depan,” redaktur yang akrab disapa Pipit itu.

Hal yang senada juga disampaikan narasumber yang akan memberikan materi hard news M. Ridwan berharap agar pelatihan dan kompetisi jurnalistik ini memacu daya literasi pelajar agar mampu mengembangkan kemampuan menulis sesuai pakem jurnalistik. 

“Era digital media mainstream menjadi jawaban dan penyeimbang potensi hoaks di ranah media sosial saat ini,” jelas Ridwan. 

Sementara itu, Ida Bagus Indra Prasetia sebagai salah satu juri kompetisi jurnalistik menyatakan Graha Yowana Suci ini cocok untuk acara milenial seperti pelatihan dan kompetisi jurnalistik tingkat SMA.

Apalagi lokasi yang dipilih di jantung Kota Denpasar sehingga terasa suasana yang berada di pojok jalan, di tengah kota. “Dengan acara di Graha Yowana Suci bisa menumbuhkan ide dan gagasan baru,” ujar Gus Indra. 

Usai pelatihan, dilanjutkan dengan kompetisi. Diharapkan pelajar punya pengalaman terjun ke lapangan untuk meliput dan membuat berita dengan mengadopsi 5W 1H (what, who, when, why, where, dan how).

Yakni, unsur; apa, siapa, kapan, mengapa, di mana, dan bagaimana. Dalam kategori hard news pelajar menulis maksimal 500 kata dan feature maksimal 700 kata dengan  tema Merdeka Belajar, Sekolah Penggerak dan Memilah Sampah dari Sumber. ***

Editor : M.Ridwan
#feature #pakem #hard news #kompetisi jurnalistik #pelatihan jurnalistik