DENPASAR, radarbali.id - Lomba Musikalisasi Puisi serangkaian Bulan Bahasa Bali (BBB) VI diwarnai dengan pendatang baru yang memberikan warna dan model garapan musikalisasi yang baru.
Meski masih banyak catatan dari dewan juri namun, tapi itu membuat peserta lebih berkembang. “Walau terkadang kurang masuk dalam suasana musikalisasi puisi.
Menariknya, banyak peserta baru,” kata Dewan Juri Musikalisasi Puisi Bali, I Komang Darmayuda, usai menjuri di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali kemarin.
Darmayuda menjelaskan hal yang diperhatikan mengenai penataan, yaitu menata puisi menjadi musikalisasi puisi atau membuat melodi agar tidak hilang makna dari pada puisi itu. Penataan musik juga penting untuk menghindari kesan monoton, asal jangan mendominasi.
“Ada peserta lomba kali ini yang menggarap musik dari awal semua alat musiknya bermain dan vokalnya juga menyanyi, sehingga tidak bisa mendengarkan pesan yang ada dalam puisi itu. Kami menjadi bingung karena pesan puisi itu terkadang tertimbun oleh musiknya,” ucapnya.
Dosen Musik Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini menambahkan, dalam mengemas musikalisasi puisi jadikanlah sesuatu yang menarik, tanpa kehilangan roh dari pada puisi itu.
“Itu yang sulit dicari oleh para peserta kali ini. Walau demikian, di antara peserta yang tampil sudah ada yang menemukan hal seperti itu, sehingga mereka tidak hanya tampil indah, bagus, dan harmonis, t,” sebutnya.
Jumlah peserta diakui memang lebih sedikit dari tahun lalu. Pada lomba tahun lalu, pesertanya banyak, tetapi bobotnya hanya orang-orang itu saja.
Untuk lomba tahun ini pesertanya baru-baru, hanya satu dua yang sudah pernah tampil. Peserta baru ini menawarkan suatu konsep yang berbeda.
“Mungkin saja belum pernah melihat musikalisasi yang ada, sehingga mereka menafsirkan, seperti itu. Penampilanya, membuat terpesona, tetapi pesan puisinya belum jelas,” imbuhnya.
Pada waktu yang bersamaan, anak-anak setingkat SMP mengikuti Wimbakara Ngwacen Puisi Bali Anyar bertempat di Kalangan Angsoka. Peserta lomba ini cukup banyak, yakni hingga 30 peserta dari SMP seluruh Bali.
Dalam lomba ini, peserta juga dituntut kreativitas, khususnya dalam menjiwai puisi yang dibaca, sehingga makna dan pesan bisa sampai kepada pemirsa. ***
Editor : M.Ridwan