Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bulan Bahasa Bali: Animo Peserta Musikalisasi Puisi Menurun, Didorong Dipopulerkan Lagi

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 8 Februari 2024 | 16:10 WIB
 
MINAT MENURUN: Penampilan Peserta Musikalisasi Puisi di ajang Bulan Bahasa Bali
MINAT MENURUN: Penampilan Peserta Musikalisasi Puisi di ajang Bulan Bahasa Bali
 
DENPASAR, radarbali.id  Lomba Musikalisasi Puisi  serangkaian Bulan Bahasa Bali (BBB) VI diwarnai dengan pendatang baru yang memberikan warna dan model garapan musikalisasi yang baru. 
 
Meski masih banyak catatan dari dewan juri namun,  tapi itu membuat peserta lebih berkembang. “Walau terkadang kurang masuk dalam suasana musikalisasi puisi.
 
Menariknya, banyak peserta baru,” kata Dewan Juri Musikalisasi Puisi Bali, I Komang Darmayuda,  usai menjuri di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali kemarin. 
 
Baca Juga: Harga Sembako Dirasa Mahal, Partai Gerindra Bali Bantu dengan Gelar Pasar Murah, Paket Lengkap Cuma Bayar Segini
 
Darmayuda menjelaskan hal yang diperhatikan mengenai penataan, yaitu menata  puisi menjadi musikalisasi puisi atau membuat melodi agar tidak hilang makna dari pada puisi itu. Penataan musik juga penting untuk menghindari kesan monoton, asal jangan mendominasi.
 
“Ada peserta lomba kali ini yang menggarap musik dari awal semua alat musiknya bermain dan vokalnya juga menyanyi, sehingga tidak bisa mendengarkan pesan yang ada dalam puisi itu. Kami menjadi bingung karena pesan puisi itu terkadang tertimbun oleh musiknya,” ucapnya. 
 
Dosen Musik Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini menambahkan, dalam mengemas musikalisasi puisi jadikanlah sesuatu yang  menarik, tanpa kehilangan roh dari pada puisi itu.
 
Baca Juga: Prabowo Gibran Dapat Suntikan Dukungan Tim Hukum, De Gadjah: Bersyukur Kawal Tulus Berjuang Tanpa Dibayar
 
“Itu yang sulit dicari oleh para peserta kali ini. Walau demikian, di antara peserta yang tampil sudah ada yang menemukan hal seperti itu, sehingga mereka tidak hanya tampil indah, bagus, dan harmonis, t,” sebutnya.
 
Jumlah peserta diakui  memang lebih sedikit dari tahun lalu. Pada lomba tahun lalu, pesertanya banyak, tetapi bobotnya hanya orang-orang itu saja.
 
Untuk lomba tahun ini pesertanya baru-baru, hanya satu dua yang sudah pernah tampil. Peserta baru ini menawarkan suatu konsep yang berbeda.
 
Baca Juga: Braaak!!!. Arena Futsal Berdarah, Puluhan OTK Bersenjata 2 Kali Serang Secara Brutal Oknum Anggota, Begini Pemicunya

“Mungkin saja belum pernah melihat musikalisasi yang ada, sehingga mereka menafsirkan, seperti itu. Penampilanya, membuat terpesona, tetapi pesan puisinya belum jelas,” imbuhnya. 
 
Pada waktu yang bersamaan, anak-anak setingkat SMP mengikuti Wimbakara Ngwacen Puisi Bali Anyar bertempat di Kalangan Angsoka. Peserta lomba ini cukup banyak, yakni hingga 30 peserta dari SMP seluruh Bali.
 
Dalam lomba ini, peserta juga dituntut kreativitas, khususnya dalam menjiwai puisi yang dibaca, sehingga makna dan pesan bisa sampai kepada pemirsa. ***
Editor : M.Ridwan
#Musikalisasi #Bulan Bahasa Bali #BBB