DENPASAR, radarbali.id – Maksud hati ingin dapat kerja di Bali Indonesia, eh malah kena tipu. Inilah kisah pilu yang dialami empat warga Lebanon.
Mereka masing-masing Youssef El Tayba, 22, Mohamad Nabhan, 28, Rabih Chalic, 24, dan Imad Ld Din M Tayba, 25.
Mereka mengaku telah menjadi korban penipuan dalam pengurusan visa kerja di Bali. Akibatnya, salah seorang diantaranya, yakni Rabih Chalic mengalami depresi berat.
Pelaku dugaan penipuan ini disebut bernama Hadi Obid Munib warga Syria yang telah lama menetap di Bali dan konon telah memperistrikan warga Indonesia.
Tidak main-main. Biaya yang dirogoh para korban untuk pengurusan visa kerja ini mencapai Rp 1 miliar rupiah lebih.
Salah seorang korban, Imad menjelaskan, peristiwa dugaan penipuan ini berawal ketika Hadi menghubungi keluarga korban, Zein yang berada di Australia.
Hadi kepada Zein mengaku bisa membantu pengurusan visa kerja untuk para korban di Bali.
Karena percaya, Zein kemudian menyanggupi akan membantu biaya untuk pengurusan visa kerja tersebut.
"Hadi menghubungi Zein via telepon sekitar 2 Oktober 2023 lalu," ujar Imad pekan lalu di penginapannya di Kuta, Bali.
Total dana yang telah diberikan Zein kepada Hadi mencapai sekitar Rp 1 miliar rupiah. Dana itu antara lain ditransfer ke rekening Hadi maupun beberapa orang kepercayaan Hadi.
Baca Juga: Ponpes Syamsul Ma'arif, Gelar Khitan Masal, Cek Kesehatan dan Pengobatan Gratis
Menurut Imad, berkali-kali Hadi meminta kiriman dana kepada Zein dengan alasan untuk biaya penginapan dan makan para korban selama di Bali.
Namun ternyata bukan visa kerja/bisnis yang diurus Hadi, melainkan visa kunjungan sosial (B211A) yang berlaku selama 60 hari.
Merasa tertipu, para korban sempat mempertanyakan hal ini kepada Hadi. Namun, kata Imad, mereka malah diancam akan dibunuh Hadi jika membeberkan masalah ini kepada orang lain.
Tak hanya itu, menurut Imad, Hadi juga melarang mereka keluar dari tempat penginapan.
Baca Juga: Viral Video Duel Dua Anak Muda di Tengah Jalan Raya, Jadi Tontonan Pengguna Jalan
Tak tahan menerima kenyataan ini, salah seorang korban Rabih Chalic mengalami depresi berat dan saat ini masih dirawat di rumah sakit di Dubai dalam kondisi koma.
Rabih beberapa hari lalu pulang ke negaranya. Tapi saat tiba di Dubai Rabih ngamuk-ngamuk di bandara Dubai. Akhirnya Rabih dibawa ke rumah sakit dan kini kondisinya masih belum sadarkan diri.
Yohakim Jante Joni alias Joao Moath, kuasa hukum para korban mengatakan pihaknya akan melaporkan masalah ini ke Polda Bali.
Dia berharap aparat kepolisian menyelidiki masalah ini dan sekaligus menindak terduga tersangka pelakunya.
"Dalam waktu beberapa hari ini kita akan melapor ke Polda Bali," tutur Joao Moath.***
Editor : M.Ridwan