Lomba Ogoh-Ogoh 2024: Kekuatan Konstruksi dan Ide Jadi Penentu Penilaian, Tim Juri Datang ke Banjar-Banjar, Cek Hadiahnya!
Ni Kadek Fitriani• Senin, 19 Februari 2024 | 12:05 WIB
DINILAI: Tim juri mulai melakukan penjurian lomba ogoh-ogoh atau Kesanga Fest di Banjar Sedana Mertha Denpasar
DENPASAR, radarbali.id - Ogoh-ogoh milik sekaa teruna (ST) di Kota Denpasar berjumlahn160 unit mulai dinilai sejak Sabtu (17/2) hingga (18/2/2024). Lomba ini dihelat serangkaian Nyepi Caka 1946 dan Kesanga Fest Tahun 2024 resmi dimulai.
Panitia dan dewan juri silih mendatangi Banjar-Banjar di wilayah Kota Denpasar yang terdaftar sebagai peserta. Tidak hanya seni, yang dinilai kekuatan kontruksi.
Salah seorang juri, I Komang Indra Wirawan ditemui kemarin menjelaskan, ada tiga hal yang dinilai dalam lomba ogoh-ogoh ini.
Pertama ada ide yang diangkat agar orisinal atau baru. Kedua ada kreativitas dan rancang bangun termasuk proporsional dari ogoh-ogoh itu sendiri. Terakhir, ketiga adalah pertunjukan, sehingga di akhir penilaian anggota ST diminta mengangkat dan menggoyang-goyangkan ogoh-ogoh itu.
"Karena sesuai dengan definisi ogoh-ogoh yakni ogah-ogah atau karya tiga dimensi yang ditarikan," katanya.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, mengatakan penilaian lomba di tingkat kecamatan telah dimulai dan akan berlangsung hingga 18 Februari.
Dalam penilaian ini akan dicari sebanyak tiga ogoh-ogoh terbaik di masing-masing kecamatan. Nantinya 3 ogoh-ogoh terbaik di tiap-tiap kecamatan akan mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp 30 juta.
“Total ada 12 ogoh-ogoh terbaik dari empat kecamatan yang akan mendapatkan uang pembinaan, dan nantinya diparadekan di kawasan Catur Muka Denpasar,” ujarnya
Selain itu, lanjut Raka Purwantara, Kasanga Festival ini juga dimeriahkan dengan lomba ogoh-ogoh mini, lomba sketsa ogoh-ogoh, dan lomba baleganjur ngarap. Untuk Kasanga Festival digelar selama tiga hari pada 1–3 Maret 2024.
Sementara itu, dalam pembuatan ogoh-ogoh tahun 2024 ini, Pemkot Denpasar memberikan insentif kepada sekaa teruna.
Pemkot menggelontorkan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar khusus untuk pembuatan ogoh-ogoh dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946.
Dana sebesar Rp 3,6 miliar ini diberikan untuk 360 sekaa teruna (STT). Bertujuan dalam pelestarian seni dan budaya Bali. Jadi tiap-tiap ST memperoleh dana pembinaan sebesar Rp 10 juta.