Atasi Kelangkaan, Pertamina Tambah Kuota 250 Ribu Tabung Lebih Gas 3Kg
Ni Kadek Novi Febriani• Jumat, 23 Februari 2024 | 19:00 WIB
SOLUSI KELANGKAAN: Pertemuan Anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Parta, Pertamina Patra Niaga, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali dan Ketua Hiswana Migas Bali (22/2/2024)
DENPASAR,radarbali.id - Kelangkaan gas Elpiji di Bali mendapat atensi dari berbagai pihak. Khususnya Anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Parta bertemu dengan Pertamina Patra Niaga, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan serta Ketua Hiswana Migas Bali di ruang rapat Kantor Pertamina Patra Niaga membahas kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Bali. Hasilnya, Pertamina akan menambahkan 250 ribu lebih untuk wilayah Bali.
Nyoman Parta yang dihubungi kemarin (22/2) mengatakan hasil pertemuannya untuk antisipasi kenaikan permintaan gas elpiji atau biasa disebut gas melon Pertamina sepakat menambahkan pasokan gas melon berjumlah 250.000.
Rinciannya, di Denpasar 56 ribu;Tabanan 26.320; Badung 26.320;dan Gianyar 27.440 di tanggal 20 -21 Februari. Selanjutnya 23-24 Februari akan digelontorkan untuk Jembrana 19600;Bangli 24.640;Buleleng 33.600;Karangasem 23.510 dan Klungkung 15.120.
Parta mengakui dari hasil pantauan di lapangan pemakaian yang elpiji 3 kilogram ini tidak hanya dikonsumsi rumah tangga sasaran tetapi meningkat karena tumbuhnya UMKM yang saat Covid tidak berjualan dan berproduksi sekarang sudah berjuang dan berproduksi kembali.
Katanya banyak UMKM baru tumbuh yang dulu tidak menggunakan gas sekarang menggunakan seperti pengusaha laundry. Serta banyak bentuk kuliner baru yang membutuhkan gas LPG 3 kg
"Yang paling krusial bahwa penentuan kuota LPG bersubsidi adalah atas dasar penduduk berKTP Bali tapi kenyataannya banyak saudara kita dari luar Bali menggunakan Gas di Bali padahal mereka ber KTP luar Bali , ini yg krusial mereka menggunakan tapi sesungguhnya jatah mereka di kampung halamannya dan kondisi ini harus dihitung sebagai tambahan kuota yg harus diberikan kepada Bali karena di bali secara nyata yang menggunakan gas 3 kg bukan hanya penduduk Bali yang berKTP Bali , tapi juga saudara kita yg berjualan di Bali tapi ktp nya masih di luar Bali," kata Anggota Dewan asal Gianyar ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan mengatakan Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM telah berkoordinasi dan merangkum pertemuan itu hasilnya memang ada pengurangan kuota tahun 2024 sebesar 0,79 persen dibanding 2023. Sedangkan konsumsinya terus meningkat.
Oleh karena untuk antisipasi Hari Raya Galungan Pertamina Patra Niaga telah menambahkan 250 ribu lebih tabung untuk Bali.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying dan membeli di pangkalan resmi terdekat sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Serta bukan termasuk rumah tangga sasaran dan UKM sasaran untuk membeli LPG non subsidi," tandasnya. ***