DENPASAR, radarbali.id - Kabar gembira!. Astungkara harga beras sudah mulai turun. Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengakui adanya masuk beras impor karena masalah suplai beras yang terus menurun disebabkan lambat masa panen.
Hal itu juga menyebabkan harga beras meroket baik yang medium maupun premium. Dewa Made Indra memastikan harga beras mengalami penurunan di Bali. Menurutnya, penurunan sudah terjadi berapa hari ini.
“Dalam seminggu terakhir sudah mulai menurun. Sekarang sudah mulai turun beras medium sudah mulai turun, premium turin dan beras super turun sedikit. Kenapa mulai turun? Karena sudah mulai panen,” kata, Dewa Indra saat ditemui di Art Centre usai menutup kegiatan Bulan Bahasa Bali Sabtu malam (2/3/2024).
Baca Juga: PS Barito Putera VS Bali United: Saatnya Tunjukan Taring Bukan Jago Kandang!
Dewa Indra Bali mengatakan, selain impor, Bali akan panen di bulan Maret hingga April ini. Ia menghitung yang tercatat akan panen pada Maret, di lahan 15 ribu hektar.
Dewa Indra Bali mengatakan, selain impor, Bali akan panen di bulan Maret hingga April ini. Ia menghitung yang tercatat akan panen pada Maret, di lahan 15 ribu hektar.
Lebih lanjut Dewa Indra merincikan jika 7 ton per hektar itu dikalikan 15 ribu perkiraan panen 105.000 ton.
"Itu baru bulan Maret setelah itu akan panen terus di berapa kabupaten di Tabanan dan Buleleng sudah mulai panen, kalau tidak percaya datang saja ke sawah-sawah," celetuknya.
Baca Juga: Astungkara! RS Bhakti Rahayu - BPJS Kota Denpasar Kembal Jalin Kerjasama Layanan Kesehatan Masyarakat
Ia mengklaim penurunan harga beras saat ini sudah terjadi rata-rata turun Rp 1000. Dewa Indra meyakini pasti harga beras akan bergerak turun.
Ia mengklaim penurunan harga beras saat ini sudah terjadi rata-rata turun Rp 1000. Dewa Indra meyakini pasti harga beras akan bergerak turun.
Disinggung beras impor dari Thailand, ia tidak menampik adanya beras impor karena kebijakan pemerintah pusat menutupi suplai beras dan itu yang mengerjakan bulog.
"Kalau sudah mulai panen, kami sudah komitem dengan Bulog mengutamakan padi, gabah, beras produk lokal. Kenapa kemarin datang impor karena suplai kami turun stok kami turun. Kenapa turun karena panennya lambat," tegasnya.
Pejabat asal Buleleng ini menegaskan harga beras pasti turun karena Maret hingga April ini mulai panen. "Pasti saya pastikan harga beras akan turun," tandasnya.***
Editor : M.Ridwan