Bom Waktu! Usai Hari Raya, Volume Sampah Menumpuk dan Berserakan Tak Terangkut ke TPA Suwung Konon Karena ini
Ni Kadek Novi Febriani• Kamis, 14 Maret 2024 | 13:39 WIB
BOM WAKTU: Sampah menumpuk belum terangkut di TPS Monang Maning. Kondisinya membusuk dan mengganggu kesehatan masyarakat.
DENPASAR,radarbali.id- Waduh ngeri!. Sampah menumpuk dan berserakan dimana-mana. Akibat hari raya yang beruntun dan juga hujan yang akhir-akhir mengguyur Denpasar berimbas pada penanganan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarbagita atau yang lebih dikenal TPA Suwung pada beberapa hari ini.
Sampah menumpuk dimana-mana. Khususnya di sejumlah sudut kota Denpasar. Sampah ditumpuk di TPS (tempat oembuangan sementara) dan tepi-tepi jalan. Kondisinya bau dan tak sehat. Ini seolah jadi bom waktu buruknya penanganan sampah di Bali.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Kehutanan Lingkungan Hidup (DKL) Provinsi Bali Ni Made Armadi berdalih terjadi antrean truk pada proses pembuangan disebabkan jalan agak becek karena hujan. Di lain sisi lahan juga sudah sangat terbatas,
"Jalan agak becek karena diguyur hujan sehingga sedikit ada antrean di samping itu lahan/area pembuangan sudah sangat terbatas," katanya.
Dikarenakan ada kendala pembuangan ke TPA Suwung mengakibatkan di pengangkutan sampah TPS atau depo sampah di Denpasar terlambat diangkut sehingga DLHK Kota Denpasar harus bekerja keras dan begadang menangani sampah di TPS.
GUNUNGAN SAMPAH: Kondisi TPA Suwung saat ini sampah semakin mennggunung seolah sudah tak mampu menampung sampah lagi. Kok belum ditutup ya?
Di samping itu, Usai Hari Raya Nyepi, Pemkot memastikan seluruh wilayah Kota Denpasar bersih dari sampah pada saat pelaksanaan Catur Bratha Penyepian.
Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa saat dikonfirmasi Selasa, (12/3) menjelaskan, rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1946 yang didahului dengan upacara melasti dan Pengerupukan memberikan dampak terhadap meningkatnya volume sampah rumah tangga di Kota Denpasar.
Namun demikian, peningkatan signifikan terjadi saat proses pengarakan ogoh-ogoh malam pengerupukan.
Usai rangkaian Hari Suci Nyepi tercatat meningkat 70-80 ton menjadi 940 ton dibandingkan hari biasa yang berkisar di angka 850 ton.
Peningkatan volume sampah ini didominasi oleh sisa ogoh-ogoh, sisa upacara dan sisa makanan lantaran antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menyaksikan ogoh-ogoh.
"Pasca-rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1946 volume sampah di Kota Denpasar bertambah 70-80 ton dari hari biasa, dan secara keseluruhan sudah dapat dibersihkan secara bertahap," ujar Gustra sapaan akrabnya
Khusus untuk malam pengerupukan, DLHK Kota Denpasar mengerahkan sebanyak 1.000 personel baik itu tenaga kebersihan, tenaga angkutan hingga driver.
Selain itu, sebanyak 25 armada truk dan pikap juga diterjunkan,juga armada motor cikar (moci) sebanyak 10 unit disebar untuk memantau titik-titik pelosok.
“Bersinergi dengan semua elemen hingga desa/lurah guna menangani sampah hari besar keagamaan yakni rangkaian Hari Suci Nyepi ini,” jelas Gustra.***