Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Astaga! Keuangan Provinsi Bali Ternyata Tak Sehat, Pj Gubernur Bali Sebut Defisit Rp 1,9 triliun, Begini Solusinya

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 26 Maret 2024 | 05:23 WIB

 

BERAT: Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya saat menyampaikan laporan keuangan provinsi Bali selama 2023 ternyata defisit triliunan.
BERAT: Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya saat menyampaikan laporan keuangan provinsi Bali selama 2023 ternyata defisit triliunan.

DENPASAR, radarbali.id-  Fakta menunjukkan kondisi keuangan Pemprov Bali tidak baik-baik saja. Tidak tanggung-tanggung, Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya membenarkan kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Bali mengalami defisit hingga Rp 1,9 triliun.

Padahal hal itu sempat dibantah oleh Gubernur Bali Wayan Koster periode 2018-2023 sebelum masa jabatannya selesai. 

Dalam penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ)  pada sidang paripurna di Kantor DPRD Bali Senin (25/3/2024), Mahendra Jaya mengatakan  APBD Provinsi Bali Tahun 2023 mengalami tekanan yang sangat berat yang apabila  tidak dikelola dengan cermat dan hati-hati akan menimbulkan dampak sangat serius pada pelaksanaan  pemerintahan dan pembangunan.

 Baca Juga: Sedang Panen, Bulog Diharapkan Bisa Serap Hasil Beras Lokal

Ia menyatakan  Pemprov Bali  kekurangan pendanaan sehingga tidak bisa membayar atau  ditunda pembayaraan sampai akhir tahun 2023.

Hal ini disebabkan  terdapat target sumber pendapatan daerah yang tidak terpenuhi yaitu pendapatan dari hasil  pengelolaan Kekayaan daerah yang dipisahkan berupa  pendapatan dari pembentukan Perusahaan Perseroan  Daerah (Perseroda) Pusat Kebudayaan Bali, yang ditargetkan sebesar Rp650 miliar.

Kedua tidak terealisasinya pendapatan dari Hasil pemanfaatan barang  milik daerah sebesar Rp560 miliar dari kerjasama pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali di  kawasan Nusa Dua dengan PT Narendra Interpacific Indonesia (PT. NII).

"Sehingga total kekurangan  pendanaan pada APBD Tahun 2023 sekitar Rp1,9 triliun,” ungkapnya.

 Baca Juga: Tahun Ini Mengembangkan Padi Gogo, Ini Target Produksi Padi di Karangasem

Disebutkan, total belanja yang tidak dapat dibayarkan atau ditunda pembayarannya sampai akhir tahun 2023 sehingga harus dialokasikan pada APBD Tahun 2024 sebesar Rp926,2 miliar.

”Alokasi belanja sejumlah itu menjadi beban tambahan yang harus ditanggung APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2024,"  papar Mahendra Jaya di hadapan anggota DPRD Bali serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir pada sidang paripurna. 

Mengatasi kondisi keuangan yang tidak sehat ini, Mahendra Jaya melakukan langkah-langkah serius agar  proyeksi defisit tersebut dapat dirasonalisasikan dalam APBD Tahun 2023.

 Baca Juga: Konsisten Transformasi, Telkom Catat Pendapatan Konsolidasi Rp 149,2 Triliun dan Pertumbuhan Laba Bersih 18,3 Persen YoY di 2023

Yaitu optimalisasi rasionalisasi belanja Perangkat Daerah  melalui efisiensi kegiatan-kegiatan rutin yang urgen yang masih berjalan sampai akhir tahun. Menghentikan atau meniadakan kegiatan-kegiatan yang dapat ditunda atau dibatalkan, yang belum berjalan.

Selanjutnya, Pemprov Bali menghentikan kegiatan-kegiatan yang belum berkontrak, baik kegiatan perangkat daerah maupun 

BKK Kabupaten/Kota. Pemprov Bali melakukan skema penundaan pembayaran bagi kegiatan-kegiatan sudah berkontrak yang bernilai  besar, baik kegiatan di Perangkat Daerah maupun BKK kabupaten atau kota, untuk dialokasikan anggarannya  kembali pada APBD Tahun 2024.

a pihak lain, yang bernilai signifikan, untuk dibayarkan pada tahun 2024, seperti  dana bagi hasil pajak triwulan IV kepada Kabupaten/Kota dan hibah kepada desa adat tahap dua," terangnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#tidak sehat #keuangan daerah #defisit anggaran #gubernur koster #pj gubernur #bali