NEGARA, radarbali.id - Sebagian pemudik sudah mulai meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Pemudik yang sudah keluar Bali, merupakan warga yang berasal dari daerah paling jauh. Namun secara umum, peningkatan lalu lintas Pelabuhan Gilimanuk belum signifikan.
Misalnya, warga dari pulau -pulau kecil yang masih wilayah Pulau Madura, mereka pulang kampung lebih dahulu karena tidak ingin terlambat pulang.
Mengingat, untuk pulang kampung harus belajar dua kali menyeberang dengan kapal, pertama dari Pelabuhan Gilimanuk kemudian dari Pelabuhan Jangkar Situbondo menuju Pulau Kangean.
"Kalau mepet hari raya, takut ngak dapat kapal ke kangean," kata Komariyah, salah satu pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (28/3).
Selain ke Pulau Kangean, Malik, pemudik dari pulau Sepudi. Karena jadwal kapal dari Pelabuhan Jangkar tidak setiap hari, mereka lebih memilih pulang lebih dulu agar tidak berdesakan dengan pemudik lain jika mudik jelang hari raya. "Biar bisa cepat sampai rumah," ujarnya.
Arus lalu lintas Pelabuhan Gilimanuk, pada siang hari masih landai. Belum ada peningkatan signifikan, tetapi pada sore hingga malam hari ada peningkatan signifikan terutama pengguna motor.
"Kalau siang masih sepi, malam ramainya. Tepi masih landai saja, mengalir tidak ada kemacetan," kata salah satu petugas kemanan pelabuhan.
Sementara itu, pengelola Pelabuhan Gilimanuk sudah melakukan persiapan menghadapi arus mudik Hari Raya Idul Fitri. Kapal yang akan disiapkan tidak hanya kapal reguler 50 unit, ditambah dengan kapal perbantuan berukuran jumbo sebanyak 4 unit.
Sehingga total kapal yang dikerahkan saat angkutan lebaran sebanyak 54 unit kapal untuk melayani pemudik. "Secara umum kami sudah siap menghadapi arus mudik," ujar manajer usaha Palabuhan Gilimanuk Djumadi.***
Editor : M.Ridwan