GIANYAR, radarbali.id - Dalam rangka pelebonan atau pengabenan dari Keluarga Puri Agung Ubud, Puri Ageng Mengwi melaksanakan dresta dengan membawa persembahan. Persembahan yang dibawa pada Sabtu (13/4/2024) itu berupa Ayaban Bebangkit Jangkep.
Penglingsir Puri Ageng Mengwi Anak Agung Gde Agung mengatakan, langkah yang dilakukan Puri Ageng Mengwi merupakan bagian dari tradisi.
Di mana sudah adanya ikatan persaudaraan antara Puri Ageng Mengwi dengan Puri Agung Ubud, Gianyar. Tradisi ini bahkan kata dia sudah berlangsung turun temurun.
"Dresta atau tradisi yang kami laksanakan ini berkenaan dengan rasa kebersamaan. Hal yang sama juga pernah dilakukan Puri Agung Ubud untuk di Puri Ageng Mengwi saat ada pelebon," katanya di Puri Agung Ubud, Sabtu (13/4/2023).
Tak hanya persembahan, Puri Ageng Mengwi juga melibatkan keluarga Puri bersama Pengempon Pura Ganter, Bendesa Mangukerta dan masyarakat adat dan dinas.
Mereka semua berangkat ke Puri Ubud dengan membawa banten ayaban bebangkit jangkep disertai pengiring, lengkap dengan penabuh gamelan baleganjur. AA Gde Agung menyebutkan, antara Puri Ageng Mengwi dan Puri Agung Ubud memiliki ikatan kuat dalam hubungan keluarga meski berbeda kerajaan.
Dimana ada hubungan perkawinana antara keturuna dua kerjaan tersebut. Selain itu juga wilayah Puri Ageng Mengwi juga ada sebagian mencakup kawasan Ubud.
Sementara itu, acara Pelebon mendiang Tjokorda Bagus Santaka dari Puri Saren Kauh, Puri Agung Ubud, Gianyar akan berlangsung pada Minggu (14/4/2024).
Pelebon utama menggunakan piranti Bade Tumpang Sia (tempat menaruh jenazah) setinggi kurang lebih 25 meter. Lalu ada juga Lembu Tangi dan Naga Banda. (mar)