Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Aneh! Dipecat dan Sudah PAW, AWK Nekat Sidak Layaknya Masih Aktif, Gunakan Logo DPD RI di KOP Surat, Begini Dalihnya

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 25 April 2024 | 04:21 WIB
I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK saat sidak di RS Prof. Ngoerah Sanglah Rabu (24/4/2024). Ia seolah masih aktif sebagai anggota DPD RI mesi sudah dipecat.
I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK saat sidak di RS Prof. Ngoerah Sanglah Rabu (24/4/2024). Ia seolah masih aktif sebagai anggota DPD RI mesi sudah dipecat.

DENPASAR, radarbali.id -Aneh tapi Nyata! Ada fakta lucu dilakukan I Gusti Ngurah Arya Wedakarna. Mantan anggota DPD RI periode 2019-2024 ini sudah diberhentikan oleh Badan Kehormatan (BK) DPD RI. Bahkan sudah dilakukan PAW (pergantian antar waktu).

Tapi anehnya ia nekat melakukan sidak atau kunjungan kerja layaknya masih aktif sebagai senator. Padahal nyatanya pengganti AWK yang yakni Gede Ngurah Ambara Putra telah resmi dilantik Kamis 28 Maret 2024 lalu.

AWK melakukan kunjungan ke RS Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Rabu siang (24/4/2024). AWK menindaklanjuti video di media sosial adanya antrean pasien di anjungan pendaftaran mandiri.

Sebelum ke RS Prof Ngoerah dia melakukan kunjungan ke SD Negeri 3 Peguyangan karena ada aspirasi masyarakat tentang tenaga pendidik yang dinilai kurang memberikan perhatian ke anak didik.

Lucunya pula surat yang dikirim ke lembaga-lembaga yang dikunjungi menggunakan lambang DPD RI pada kop surat. Dengan tulisan; Kantor Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa DPD RI terpilih 2024-2029 utusan Provinsi Bali.

Dikonfirmasi langsung saat Arya Wedakarna kunjungan di RS Prof Ngoerah, ia mengatakan kunjungannya sebagai anggota terpilih dan bagian konsorsium untuk Bali medical tourism.

Tidak hanya ke RS Prof Ngoerah, ia menyebutkan juga sempat melakukan kunjungan mental health hospital.

Disinggung masih memakai logo DPD RI di kop surat ia mengatakan tidak apa-apa karena sebagai DPD terpilih walau belum dilantik.

Arya Wedakarna menyinggung calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka yang masih menjabat sebagai Wali Kota Solo tapi melakukan intervensi mengenai permasalahan listrik di Papua. Menurutnya itu sah-sah saja.

"Oh ya nggak apa-apa kan supaya lebih itu sebagai DPD terpilih dan sama seperti misalkan kemarin ada Mas Gibran misalkan kita lihat beliau walaupun Wali kota Solo Tapi beliau kan Intervensi listrik di Papua kan begitu ya sebenarnya siapa sah-sah saja ya. Apalagi kan kita kan yang penting untuk Bali siapapun itu. Dan jangan lupa bahwa RSUP ini kan milik Kementerian, milik pusat ya jadi masyarakat, LSM, siapapun komunitas siapapun bisa berhak membantu," bebernya.

Lebih lanjut Arya menyatakan sampai sekarang rumah sakit Prof Ngoerah ini kan menjadi rujukan jadi Indonesia Timur.

Selain itu juga banyak pendukungnya yang jadi pasien BPJS. Konstituennya itu lapor sehingga ia menindaklanjuti laporan tersebut sambil jalan-jalan menengok rumah sakit tipe A tersebut.

"Ya sudah saya sambil jalan-jalan tengok dan di gedung sebelah juga ada prasasti saya dan ibu Sukmawati loh. Iya ada prasasti marmer di sana untuk tugas dan dulu ayah saya juga terlibat dari pendirian ini bersama Bung Karno sama-sama untuk ada ide gagasan dulu almarhum ayah saya sebagai ketua PNI waktu itu jadi saya semenjak zamannya rektor sampai sekarang tetap terikat," jelasnya.

Terlebih selama hampir 10 tahun menjabat sebagai anggota DPD RI pihaknya kawal perkembangan pembangunan infrastruktur kesehatan di Bali dan juga terlibat dalam branding untuk Bali medical health tourism.

Lebih jauh ia katakan harus bekerja sama nanti dengan kabinet baru Prabowo-Gibran serta pemerintahan yang terpilih.

"Kebetulan Kemarin banyak aspirasi yang masuk ya ke kami ya lewat sosial media Ya setidaknya saya melihat langsung dan kalau sudah dapat penjelasan itu kan enak gitu ya. Prinsipnya mendukung sebagai tokoh masyarakat saya mendukung, dan nanti apa yang perlu kita kerjakan nanti ketika Pak Prabowo dan kami dilantik Oktober we will do something," tandasnya.


Dikonfirmasi dengan Kepala Kantor DPD RI Perwakilan Bali Putu Rio mengatakan seharusnya tidak perlu konfirmasi lagi karena sudah jelas tidak boleh. Ia mengatakan seharusnya AWK menunggu setelah pelantikan.

"Sudah jelas itu tidak usah konfirmasi ke saya sudah paham. Tunggu pelantikkan lah," ucapnya.

Seperti diketahui AWK diberhentikan oleh Badan Kehormatan (BK) DPD RI dan Presiden Joko Widodo juga menerbitkan surat keputusan pemberhentian pada 22 Februari. Pada Pemilu 2024 ini hasil perhitungan suara, AWK masuk empat besar mendapatkan suara terbanyak untuk calon DPD RI 378.300 suara sehingga ia terpilih kembali menjadi senator perwakilan Provinsi Bali. ***

Editor : M.Ridwan
#sidak #kunjungan kerja #arya wedakarna #awk #radarbali