DENPASAR, radarbali.id- CEO SpaceX sekaligus Tesla Inc. Elon Musk datang di Bali untuk menghadiri World Water Forum ke –10. Elon Musk meluncurkan layanan internet Starlink di salah satu Puskesmas Pembantu (Pustu) Sumerta Kelod, Jalan Laksmana VIII, Denpasar, Bali.
Kehadiran Elon Musk salah satu kerja sama penting yang dilakukan, yaitu layanan internet Starlink yang mampu menjangkau hingga pelosok Indonesia. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr I Nyoman Gede Anom saat ditemui acara kemarin, Anom menjelaskan puskesmas pembantu sangat membutuhkan jaringan internet cepat.
Bukan sekadar jaringan saja, karena diakui kendala puskesmas pembantu berapa daerah seperti Nusa Penida, Sukasada di Kabupaten Buleleng dan Kintamani, kabupaten Bangli serta Petang di Kabupaten Badung tidak memiliki jaringan yang bagus.
Uji coba Starlink baru tiga tempat, di Denpasar Pustu Sumerta Kelod, Pustu Bumbungan, Klungkung dan puskesmas di Maluku. "Launching Starlink, Starlink itu mempermudah layanan internet.
Ini percontohan saja. Di Bali yang ada masalah di Nusa Penida, Kintamani, Buleleng di Sukasada. Di sini cuma launching untuk Starlink. Nanti akan dikembangkan di Pustu-pustu yang tidak ada layanan internetnya atau yang terganggu atau tidak lancar," papar Anom.
Selain di Denpasar yang juga menjadi percontohan di Klungkung, Pustu Bumbungan dan di Maluku. Selama ini dalam bidang kesehatan menggunakan aplikasi Sehat Indonesiaku atau yang disingkat ASIK.
Semua laporan di puskesmas diunduh di aplikasi tersebut. Hanya saja hambatan di Pustu, ketika ingin memasukkan data tidak bisa karena jaringan kurang bagus.
Ditegaskan terhambat jaringan yakni Nusa Penida, Kintamani, Petang dan Sukasada kabupaten Buleleng. Semua puskesmas sudah ada layanan internet, tapi sayangnya adanya gangguan.
"Jumlah puskesmas di Bali 120, dan 509 pustu di Bali. Fokus kami 509 pustu kami data- data karena upload data di ASIK dari pustu. Biar jangan terganggu lagi karena selama terkendala begitu. Kami ada data tidak bisa upload akhirnya di pusat tidak ada data. Seolah-olah tidak data, itu untuk mengatasi seperti itu," kata Anom.
Diskes Bali akan mendata ulang bagaimana laporan di pemerintah kabupaten/kota terkait jaringan internet di puskesmas dan pustu. Dengan launching Starlink ini pihaknya meminta supaya dibantu jaringan internet cepat di pustu di seluruh wilayah Bali.
"Artinya saat ini kalau pustu mau yang cepat ini kan mau cepat ya, bukan sekadar jaringan, ada jaringan tapi belum tentu cepat juga agar bisa dibantu dengan Starlink semua pustu yang 509 itu ya luar biasa," harapnya.
Dengan dibantu Starlink pemerintah akan mendapat data lengkap dan cepat juga valid dari pustu. Seperti data stunting, anak kurang gizi, ibu hamil, balita dan data penyakiy semua ada dalam satu arsip.
"Kalau kami di Kesehatan tujuan utama itu tidak ada kendala pengunputan data dan aplikasi di Kemenskes dan juga manfaat oleh Pustu untuk yang lain," tandas Anom.
Kerja sama ini sebagai bentuk pemerataan akses internet di seluruh provinsi di Indonesia yang akan terintegrasi dengan pelayanan kesehatan dan pendidikan. Sehingga, kualitas kedua layanan tersebut dapat terus meningkat.
Diharapkan melalui peluncuran Starlink ini, masyarakat di daerah terpencil bisa menikmati akses informasi dan jaringan internet yang cepat. ***
Editor : M.Ridwan