Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tuan Rumah WWF 2024, Bali Bisa Jadi Percontohan Kemudahan Akses Air Bersih, Cegah Kebocoran, Terapkan Digitalisasi

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 21 Mei 2024 | 16:05 WIB

PDAM PINTAR: Pemaparan transformasi digital untuk air dinamakan PDAM Pintar
PDAM PINTAR: Pemaparan transformasi digital untuk air dinamakan PDAM Pintar

DENPASAR, radarbali.id 
- Bali menjadi tuan rumah WWF 2024 atau Forum Air Sedunia ke-10 tetapi Bali juga memiliki permasalahan mengenai air, terutama air minum yang didistribusikan oleh Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM). 

Selama ini pelayanan PDAM dikeluhkan sebagai perusahaan yang mendisribusikan air minum. Selain itu  permasalahannya adanya kebocoran air yang bisa menyebabkan kerugian. 

Salah satu pakar teknologi digitalisasi air bernama Bima Sakti Alterra telah menciptakan beragam solusi teknologi juga telah membantu lebih dari 100 perusahaan air minum milik pemerintah dan swasta dinamakan PDAM Pintar.  

Modul dalam PDAM Pintar yang terbukti, yakni ada 12 modul tersebut adalah Dashboard, Baca Meter, Loket, Billing, Hublang, Perencanaan, Distribusi, PDAM Info, Gudang, Akuntansi, Personalia, dan Keuangan.

“Di tengah era Revolusi Industri 4.0, banyak perusahaan air minum mengadopsi transformasi digital guna meningkatkan efisiensi operasional, layanan, kolektibilitas, dan meminimalisir tingkat kehilangan air. Untuk itu,” ujar Putri Respati, Direktur Bima Sakti Alterra diwawancarai kemarin (20/5). 

Tak hanya PDAM Pintar, produk teknologi asli buatan Indonesia yang juga diciptakan Bima Sakti Alterra adalah Smart Water Grid Management.

Lewat berbagai sensor berbasis Internet of Things (IoT) yang terpasang dari produksi hingga distribusi, data dapat diperoleh secara real-time, memungkinkan identifikasi, analisis, dan perumusan solusi yang cepat dan tepat.

“Sistem di produk teknologi yang kami miliki ini juga memungkinkan untuk mendeteksi dengan cepat anomali seperti kebocoran, pecah pipa, atau penggunaan air ilegal, sehingga dapat mengurangi Non-Revenue Water (NRW) secara signifikan.

Dengan Smart Water Grid Management, perusahaan air dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien dan efektif, serta meningkatkan pengambilan keputusan yang lebih tepat guna,” imbuh Putri.

Adapun dari sembilan kabupaten/kota di Bali, enam kabupaten yang memakai jasanya. Sedangkan Kota Denpasar telah memiliki sistem sendiri.

Dijelaskan kondisi awal PDAM sebelum memakai teknologi digitalisasi, badan usaha daerah tersebut tidakn mendapatkan data valid. Permasalahannya badan usaha air minum mirip tiap-tiap daerah hanya saja yang membedakan  geografisnya.

"Seperti Badung dan Bangli berbeda karena Bangli kan dia tinggi butuh pompa yang cukup banyak, karena harus menaikkan air ke atas. Kalau area di Badung tidak terlalu banyak butuh pompa," jelasnya.

Pentingnya digitalisasi tidak hanya mencegah kebocoran air tapi juga salah satu bentuk transparansi perusahaan air dengan masyarakat.

Putri menyebutkan memang butuh waktu distribusi air di Indonesia terlebih juga pipa yang digunakan sudah uzur. "Kerugian makin besar apalagi berbicara konservasi air, kalau tidak diatasi kebocoran ini maka air banyak berkurang," tegas Putri. 

Terkait tujuan dari World Water Forum (WWF) , Bali daerah pariwisata harus bisa menjadi percontohan yang bisa memberikan akses air bersih yang baik. Selain itu, memang air yang ada tidak bisa langsung diminum karena juga terkontaminasi.

"Ada plus minus di Bali kalau untuk area pariwisata. Bisa berikan air bersih bahkan air siap minum. Di Indonesia airnya tidak layak minum seharusnya bisa ke arah sana karena Bali menjadi panggung dunia. Everybody come to Bali," tuturnya. 

Dijelaskan Sisten mart Water Grid Management atau disingkat SWGM merupakan suatu ekosistem dengan multiple IoT-based sensors, real time data and alerts management, dan data visualization in a command center displayed dashboard yang menjadi solusi satu atap berkelanjutan untuk meningkatkan teknologi pengelolaan air dari hulu ke hilir. Dari inovasi teknologi terbaru ini, 

“Kehilangan air bukanlah hal yang bisa dilenyapkan 100%, tapi bisa dikontrol dan diminimalisasi. Tanpa teknologi yang cukup dan mumpuni, identifikasi penyebab kehilangan air akan sulit dilakukan dengan tepat. Tanpa identifikasi yang tepat, penanganan yang dilakukan juga akan memakan usaha yang besar dan kurang efektif,” tandas Putri.***

 

 
 
Editor : M.Ridwan
#WWF 2024 #pdam #cegah kebocoran #Manajemen Air Minum #digitalisasi