MANGUPURA,radarbali.id - Sedikitnya seratus produk UMKM masyarakat Bali terlibat dalam workshop sertifikat halal dari Kementrian Agama Republik Indonesia.
Produk yang mengikuti kegiatan tersebut berupa produk makanan seperti olahan ayam goreng, kue, roti minuman lain seperti minuman jamu. Kegiatan tersebut dilakukan di Kuta, Badung pada Selasa (21/5/2024) sebagai upaya memajukan produk UMKM Bali.
Kadis Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, I Wayan Jarta menjelaskan, pihaknya terus mengupayakan agar produk UMKM di Bali bisa mendapatkan sertifikasi halal.
"Kami tetap mengupayakan UMKM kita mensertifikatkan produknya agar bisa memiliki daya saing luas sehingga konsumen juga memiliki jaminan terhadap produk yang disajikan," katanya di sela kegiatan tersebut.
Dikatakannya bahwa pihaknya berharap agar pemberian sertifikasi halal bisa lebih masif lagi kepada produk UMKM masyarakat Bali.
Sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing di pasaran. "Suport Pemprov, kami selalu memfasilitasi dari berbagai sisi untul mendorong agar produk ini diserfikatkan," ujarnya.
Sejumlah pemilik produk yang mengikuti workshop sertifikasi halal itu sendiri merupakan binaan dari bank BCA. EVP Corporate Communication dan Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional dan Bali.
"Kami konsisten sejak tahun lalu memberikan sertifikat halal dan workshop. Tahun lalu 1.000 sertifikat halal. Dan tahun ini targetnya 2.000 sertifikat halal. Dari program bakti BCA ada pelatihan eksport," bebernya.
Menurutnya, tahun ini kegiatan serupa akan berlangsung di 21 kota dan 11 provinsi dari Sabang sampai Merauke. "Kami berkolaborasi dengan pihak2 lain agar pemerataan ini bisa dijaga dan UMKM bisa mendapatkan sertifikat halal," pungkasnya.***