DENPASAR, radarbali.id -Rencana pembangunan kereta bawah tanah di Bali menarik minat sejumlah investor dari dalam dan luar negeri. Sejauh ini sudah ada lima perusahaan yang tergabung di empat konsorsium sudah mengajukan diri ke PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ)
Komisaris SBDJ, Dodi Miharja mengatakan, bahwa, sebelumnya ada delapan perusahaan yang menyatakan ketertarikannya. Namun dari jumlah itu, baru lima perusahaan yang sudah menyampakan dokumen kualifikasi. Lima perusahaan itu bergabung ke empat konsosrsium berasal dari dalam negeri, dari China hingga Eropa.
"Satu, konsorsium dari imIndosua dengan perusahaan asing, kedua konsosrsium perusahan besar Eropa dengan satu BUMN, komsosrsium ketiga Perusahaan besar China, dan konsosrsium dari BUMN kita," katanya, di Sanur, Denpasar Selasa (11/6/2024).
Dia menjelaskan, pihaknya sudah menyelesaikan proses kualifikasinya dan saat ini sedang memasuki proses evaluasi hingga pertengahan Juli mendatang. Terkait seperti apa konsep kereta bawah api yang akan dibangun, Dodi mengatakan pihaknya menunggu dari para calon investor.
"Kami belum menentukan (modelnya). Kita akan mendengar dari calon investornya. Jadi seperti apa modelnya, ada yang LRT ada yang MRT kita lihat dulu," ujarnya. Namun secara konsep, kereta ini nantinya akan mengakomodir pariwisata Bali.
"Kereta wisata itu lebih kepada bagaimana kita menyebutkan atau menamakannya. Kita sebutkan sebagai kereta wisata karena kita berharap yang menggunakan itu adalah wisatawan," sambungnya.
Sementara itu, PJ Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya berharap pembangunan kereta api bawah tanah ini nantinya bisa nengurai kemacetan di Bali. Dia mengatakan, proyek ini nantinya memprioritaskan kawasan-kawasan krodit namun menjadi pusat pariwisata.
Jalur kereta ini nantinya akan menjangka jalur dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Central Parkir Kuta, Seminyak hingga Canggu, Kuta Utara. "
Itu kan daerah destinasi wisata favorit. Ini adalah kereta angkutan pariwisata. Beda dengan di DKI dengan bentuk komuter," ujarnya.
Dengan mengambil konsep kereta bawah tanah, rel yang akan dilalui kereta pariwisata ini nantinya juga akan memiliki rel di permukaan.
"Pada daerah padat penduduk, mau tidak mau kita bangun di bawah (tanah). Kalau bangun di atas kapan jadinya. Tapi pada daerah yang tak ada penghuni seperti di sawah, naik ke atas biar lihat view Bali juga," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan