Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tokoh Muda Bali Kiki Syah Tanggapi Turis yang Meresahkan Bali

Rosihan Anwar • Rabu, 19 Juni 2024 | 03:35 WIB
Muhamad Syahnakri, S.H., M.H.
Muhamad Syahnakri, S.H., M.H.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Muhamad Syahnakri, S.H., M.H., yang dikenal dengan nama akrab Kiki Syah, seorang tokoh pemuda Bali yang aktif dalam advokasi masalah sosial dan kebijakan publik, mengangkat isu serius terkait dengan perilaku beberapa turis asing yang meresahkan di pulau Bali.

Dalam pernyataannya yang disampaikan di hadapan media, Kiki Syah menyebutkan beberapa kejadian kontroversial yang baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.

Salah satu insiden yang disorot oleh Kiki adalah kasus seorang turis asing yang mencuri truk dan dengan nekatnya menembus portal tol untuk mencapai Bandara Ngurah Rai.

Kejadian ini tidak hanya mencoreng citra pariwisata Bali tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius terkait keamanan dan pengawasan terhadap turis yang berkunjung ke pulau tersebut.

Selain itu, Kiki juga menyinggung insiden lain seperti penyerangan terhadap seorang perempuan di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, serta pelanggaran lalu lintas yang sering kali melibatkan turis asing.

Dalam analisisnya, Kiki Syah yang juga merupakan seorang jurnalis muda ini menegaskan bahwa penanganan masalah ini tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan saja, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari seluruh stakeholder, termasuk masyarakat lokal dan pelaku pariwisata.

Menurutnya, upaya untuk menjaga Bali tetap aman, damai, dan "ajeg" (seimbang) memerlukan kolaborasi yang kuat antara semua pihak terkait.

Kiki Syah juga mengemukakan bahwa salah satu langkah strategis adalah menggunakan media sosial untuk menyaring kunjungan pariwisata.

Dengan memviralkan nilai-nilai budaya Bali yang membangun dan mendorong kunjungan dari wisatawan yang menghargai serta berkontribusi positif terhadap masyarakat lokal, Bali dapat mempertahankan reputasinya sebagai destinasi pariwisata yang unggul di tingkat global.

Hal ini juga sebagai upaya kebebasan demokrasi yang terarah dan dapat dipertanggungjawabkan melihat kejadian yang terjadi merupakan fakta yang aktual.

Selain itu, dalam konteks regulasi, Kiki Syah menyoroti perlunya pembaharuan peraturan daerah atau peraturan gubernur yang sesuai dengan dinamika terkini pariwisata Bali.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan landasan hukum yang kuat untuk mengatasi permasalahan yang muncul serta menjaga keberlanjutan pariwisata secara berkelanjutan.

Dengan demikian, pernyataan Kiki Syah bukan hanya sebagai pemanggil kesadaran akan tantangan yang dihadapi oleh Bali sebagai destinasi pariwisata terkemuka, tetapi juga sebagai panggilan untuk bertindak bersama demi melindungi dan memperkuat warisan budaya serta alam Bali bagi generasi mendatang. (han) 

Editor : Rosihan Anwar
#bule bali berulah #pariwisata bali