Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Hingga Kini Kebutuhan Pangan Bali Masih Bergantung ke Jawa Timur Karena Faktor ini

Marsellus Nabunome Pampur • Rabu, 26 Juni 2024 | 12:05 WIB

 

MISI DAGANG: PJ Gubernur Jawa Timur, Adhi Karyono (tengah) diwawancara media Selasa (25/6/2024)
MISI DAGANG: PJ Gubernur Jawa Timur, Adhi Karyono (tengah) diwawancara media Selasa (25/6/2024)

DENPASAR, radarbali.id -Provinsi Bali masih memiliki ketergantungan cukup tinggi terhadap kebutuhan produk pangan dari Provinsi Jawa Timur. Hal itu terungkap dalam kegiatan Misi Dagang Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali di Hotel Aston Gatsu, Denpasar pada Selasa (25/6).

Dalam kesempatan itu, PJ Gubernur Jawa Timur, Adhi Karyono menjelaskan, saat ini provinsi Jawa Timur masih menyuplai banyak kebutuhan pangan ke Provinsi Bali. Hal itu karena Bali yang memiliki lebih dari 4 juta penduduknya juga membutuhkan banyak produk pangan karena tingkat kebutuhan tinggi di ranah pariwisata.

"Banyak produk dari Jawa timur yang dibeli Oleh Bali karena daerah wisata," katanya kemarin. Dia menjelaskan, produk pangan yang banyak disuplai Provinsi Jawa Timur ke Bali berupa beras, buah-buahan, daging ayam, daging sapi, daging bebek hingga produk dari industri kopi.

 Baca Juga: Tak Lekang oleh Waktu, Kesenian Genggong Tetap Lestari di PKB XLVI, Begini Keunikannya

Dia mengungkap jika Bali menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat ketergantungan cukup tinggi terhadap suplai produk pangan Jawa Timur. Dia menjelaskan, kerjasama antara Bali dan Jawa Timur merupakan hal penting untuk tetap dilanjutkan. 

"Sangat penting Bali karena tetangga yang paling dekat itu ketergantungan dari Jatim juga cukup tinggi. Paling besar memang di Maluku Utara, NTB, NTT. Bali memang cukup besar tapi tidak sebesar NTT. Karena ada 16 provinsi yang disuplai dengan produk pangan dari Jawa timur," tambahnya. 

Sementara itu, Kadis Perdagangan Provinsi Bali, I Wayan Jarta pada kesempatan yang sama tak menampik jika Bali memang masih memiliki ketergantungan terhadap produk pangan dari Jawa Timur.

"Dalam rangka memenuhi kebutuhan di Bali, memang kami sangat masih membutuhkan kerjasama dengan daerah lain terutama Jawa timur yang terdekat," tegasnya.

Meski memiliki ketergantungan terhadap produk pangan dari Jawa Timur, Jarta menjelaskan, jika pihaknya tetap memprioritaskan produk pangan masyarakat lokal Bali sendiri. Sehingga tidak akan menimbulkan tak terserapnya hasil pangan masyarakat Bali.

"Karena segmen pasar, kemudian kualitas produk Bali juga tentu akan menjadi prioritas. Sesuai pergub 99. Kami upayakan produk Bali menjadi tuan rumah. Tetapi realitasnya kita masih kekurangan. Untuk menjaga inflasi, mau tidak mau kita harus kerjasama dengan provinsi lain," imbuhnya. 

Dia menambahkan bahwa lahan pertanian di Bali tak mencukupi untuk menunjang kebutuhan pangan Bali's ebagai daerah tujuan wisata internasional.

"Lahan kita tidak mencukupi, tidak seluas Jawa timur. Sedangkan masyarakat dan pariwisata kita memerlukan suplai. Komuditas pertanian dan perikanan paling banyak dibutuhkan dari Jawa timur," tandasnya.***

Editor : M.Ridwan
#daerah tujuan wisata #kebutuhan pangan #provinsi bali #misi dagang #provinsi jatim #Ketergantungan