DENPASAR, Radarbali.id- Gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI yang diselenggarakan dari tanggal (15/6) hingga (13/7) mendatang selalu dinanti-nantikan oleh masyarakat. Parkir pun tumpah ruah di kawasan sekitar PKB, bahkan sampai masuk ke rumah warga.
Namun kondisi ini justru membawa berkah bagi warga sekitar. Seperti yang dirasakan Putu Aditya Mahesa Putra, 19 yang mengelola parkir di lahan pribadi pamannya. Terlebih posisi rumahnya berada di sebelah Taman Budaya Art Center.
“(Membuka lahan parkir, red) setahu saya dari saya SD tahun 2014-an. (Alasannya, red) dari kami ya karena ingin mencari uang tentunya,” ujarnya, Minggu, 30 Juni 2024.
Selain itu juga banyak pengunjung yang kebingungan untuk mencari lahan parkir. Lahannya pun bisa menampung hingga 40 motor sekaligus.
“Kebetulan di sini ada lahan, ya buka saja. Biar bisa mereka parkir, biar ngak bingung juga,” sambungnya.
Satu motor dikenakan tarif parkir Rp5.000 dan dijaminnya helm maupun motor tak hilang jika diparkirkan di rumahnya.
Jika hari kerja dari Senin sampai Jumat, keuntungan yang didapatkan bisa mencapai Rp 300 ribh per hari. “Kalau weekend Rp500 ribu. Tahun kemarin sebelum membangun (di rumahnya, red) bisa sampai Rp 900 ribu,” kata Mahesa.
Baca Juga: Ambil Cerita Oknum Balian, Duta Denpasar Tampilkan Ceraken pada Wimbakara Taman Penasar PKB XLVI
Lahan parkir ini pun dijaganya bersama dua orang lainnya dan saling mengawasi motor maupun helm yang parkir di sana. “Bukanya tergantung, karena saya sambil kuliah kemungkinan jam 1 siang buka. Persiapan ada, kayak di depan ada papan parkir roda dua,” sambungnya.
Selama PKB masih digelar di Taman Budaya Art Center, ia akan tetap membuka lahan parkir pengunjung di rumahnya.
Hal serupa juga disampaikan salah satu studio tatto yang tepat berada di seberang pintu keluar Taman Budaya Art Center. Mereka pun baru membuka lahan parkir sejak empat hari lalu.
Baca Juga: Wayan Tama, Meraup Cuan Fantastis Dari Hasil Membuat Karikatur di Arena Pesta Kesenian Bali
“Karena awalnya ini cuma studio tato dan baju. Lalu karena teman-teman yang sering kumpul di sini, malas diam-diam saja dan ingin mencoba untuk buka parkir,” ujar pegawai freelance di Magic Ink Tattoo, Putu Ardika Mardiantara, 20.
Satu motor dikenakan tarif parkir Rp5.000 dengan maksimal sehari bisa menampung 40 motor. Karena lahan parkir yang tersedia masih terlalu minim.
Lahan parkir dibuka sejak sore sampai pukul 23.00 Wita dan paling banyak mendapat 42 motor ketika weekend. Sementara di hari biasa hanya menampung 25 sampai 30 motor saja. “Keuntungan di hari biasa dapatnya Rp 130 ribu. Kalau Sabtu kemarin dapatnya lumayan, kalau tidak salah Rp300 ribu,” paparnya.
Shift menjaga lahan parkir dilakukan secara bergilir dengan staf studio lainnya. Respons dari pengunjung yang menggunakan lahan parkirnya pun positif.
“Banyak yang bilang karena lokasinya dekat, aman juga karena CCTV. Bahkan ada yang ketinggalan kunci motornya pun masih di sini,” sambungnya.
Dengan melihat potensi, ia bersama teman-temannya akan mendiskusikan akan membuka lahan parkir lagi di PKB tahun depan ataupun tidak. ***
Editor : Made Dwija Putera